Pengaruh Dermatitis Atopik Terhadap Durasi dan Kualitas Tidur Anak Usia 4-10 Tahun di RSUD Yogyakarta
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Latar Belakang: Dermatitis atopik (DA) adalah sebuah peradangan kronis pada kulit yang disertai dengan gatal yang banyak mengenai anak-anak di seluruh dunia. Dermatitis atopik dapat mengalami remisi dan relaps yang bermanifestasi sebagai rasa gatal, kulit kering, kemerahan, ruam yang dapat disertai cairan dan berdarah jika digaruk. Dermatitis atopik tentunya memberikan banyak dampak
kepada penderitanya, salah satunya kepada kualitas hidup dan pola tidur. Anak- anak adalah kelompok yang membutuhkan tidur yang berkualitas dan cukup untuk
mendukung pertumbuhan dan perkembangannya. Kejadian DA perlu menjadi perhatian karena dikhawatirkan akan menganggu tidur pada anak. Tujuan Penelitian: Mengetahui pengaruh dermatitis atopik terhadap durasi dan kualitas tidur anak usia 4-10 tahun di RSUD Yogyakarta. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode studi cross-sectional observasional analitik. Penelitian dilakukan dengan metode total sampling selama lima bulan dari bulan Februari hingga Juli 2025 di RSUD Yogyakarta. Didapatkan 31 responden yang memenuhi kriteria yang kemudian dianalisis menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan Independent T-Test. Hasil: Responden dengan jenis kelamin laki-laki sebanyak 23 orang (74.2%). Gangguan kulit DA terjadi pada 10 responden (32.3%). Durasi tidur responden terbanyak adalah >9 jam (61.3%). Responden yang memiliki gangguan tidur sebanyak 21 orang (67.7%). Jenis obat yang digunakan terbanyak adalah antihistamin generasi kedua (51.6%). Hasil uji bivariat hubungan DA dengan durasi tidur didapatkan p=0.212 dan hubungan DA dengan kualitas tidur didapatkan p=0.671. Simpulan: Tidak terdapat pengaruh dermatitis atopik terhadap durasi dan kualitas tidur pada anak usia 4-10 tahun di RSUD Yogyakarta.