Studi Pengaruh Variasi Konsentrasi Poliol terhadap Sifat Fisik dan Karakterisasi Resin Alkyd berbasis Minyak Kedelai
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Penelitian studi pengaruh variasi konsentrasi poliol terhadap sifat fisik dan karakterisasi resin alkyd berbasis minyak kedelai, telah dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh variasi konsentrasi poliol terhadap sifat fisik resin alkyd berbasis minyak kedelai, menganalisis hasil karakterisasi FTIR dan TG-DSC resin alkyd yang dihasilkan dari minyak kedelai dengan berbagai konsentrasi poliol, dan mengidentifikasi konsentrasi poliol optimal untuk menghasilkan resin alkyd dengan sifat fisik terbaik. Polimerisasi resin alkyd dilakukan dengan dua tahap. Tahap pertama, reaksi alkoholisis dan tahap kedua, reaksi poliesterifikasi. Empat resin alkyd divariasikan dengan perbandingan poliol yaitu, MA1 (100% gliserol), MA2 (90% gliserol : 10% pentaeritritol), MA3 (80% gliserol : 20% pentaeritritol), dan MA4 (75% gliserol : 25% pentaeritritol). Resin alkyd dikarakterisasi dengan instrumen FTIR dan TG-DSC. Karakterisasi fisik juga dilakukan untuk resin alkyd dan filmnya yaitu berupa uji viskositas, bilangan asam, warna, persen non-volatile (NV), waktu kering, kekerasan, kekuatan warna, total solid, dan daya kilap . Hasil penelitian menunjukkan bahwa resin alkyd berwujud gel dan berwarna kuning. Pada ke empat variasi perbandingan poliol, MA3 menghasilkan formulasi optimal berdasarkan hasil karakterisasi resin alkyd dengan viskositas Z9, bilangan asam 4,8 mg KOH/g, NV 69,33 %, sedangkan hasil karakterisasi film resin alkyd yaitu, waktu kering 60 menit, kekerasan 53 (osc), daya kilap 88,2 %, viskositas 86,1 (KU), dan kadar total solid 45,72 %. Spektrum FTIR menunjukkan keberadaan gugus C=O ester pada bilangan gelombang 1730,76 cm- 1 yang menandakan reaksi poliesterifikasi resin alkyd berhasil, sedangkan hasil TG- DSC mengindikasikan degradasi termal resin alkyd terjadi pada rentang suhu 300°C hingga 500°C.