Analisis Pengendalian Kualitas Pada Proses Produksi menggunakan Metode FMEA Guna meminimalkan Produk Cacat (Studi Kasus: CV. Garmindo Sejahtera)
Loading...
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Universitas Islam Indonesia
DOI
Abstract
CV. Garmindo Sejahtera merupakan salah satu perusahaan konveksi yang bergerak dalam
bidang garmen yang memproduksi celana jeans. Dalam satu tahun terakhir CV. Garmindo
Sejahtera memproduksi sebanyak 18341 pcs dengan jumlah produk cacat sebanyak 1512 pcs
yang menunjukkan bahwa jumlah produk cacat pada produksi periode Januari – Desember 2023
memiliki persentase sebesar 8.25% yang masih belum sesuai dengan standar target produk cacat
perusahaan yaitu sebesar 5% dalam setahun. Pada proses produksi CV. Garmindo Sejahtera
terdapat 4 jenis cacat dominan yang terjadi dalam proses produksi periode Januari 2023 –
Desember 2023 yaitu cacat kain (fabric defects), cacat pemotongan (cutting defects), cacat
jahitan (sewing defects), dan cacat finishing (finishing defects). Penelitian ini menggunakan
metode FMEA dan 5W+1H. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat empat penyebab
produk cacat dengan nilai RPN tertinggi atau termasuk dalam kategori kritis antara lain adalah
jahitan tidak rapi memiliki nilai RPN sebesar 240, Stitch skipping (loncatan jahitan) memiliki
nilai RPN sebesar 196, jahitan tidak lurus atau melenceng memiliki nilai RPN sebesar 192, dan
potongan tidak sesuai dengan pola memiliki nilai RPN sebesar 168. Usulan perbaikan
menggunakan metode 5W+1H untuk penyebab produk cacat pada jahitan tidak rapi dapat
dilakukan dengan memberikan pelatihan kepada operator dan memberikan penjelasan sesuai
dengan SOP. Usulan perbaikan untuk terjadinya stitch skipping (loncatan jahitan) dilakukan
dengan memberikan pelatihan terkait cara menjahit secara detail dan terperinci, serta
memberikan SOP penjahitan yang telah ditetapkan. Usulan perbaikan yang diberikan untuk
jahitan tidak lurus atau melenceng dengan memberikan waktu istirahat yang cukup dengan cara
tidak menambah beban kerja kepada operator. Dan usulan perbaikan untuk potongan tidak
sesuai dengan pola dapat diatasi dengan memberikan pelatihan terkait dasar-dasar pemotongan
secara detail dan terperinci atau menggunakan pisau cutting yang tajam atau menggunakan
mesin dengan daya yang tinggi untuk mengatasi kain yang terlalu tebal atau terlalu tipis.