Studi Pemikiran Sa’id Bin Ali Bin Wahf Al Qahthani: Pendidikan Pemuda dalam Kitab Al Hadyu An Nabawi Fi Tarbiyah Al Aulad Fi Dhau Al-kitab Wa As-sunnah Perspektif Sosiokultural
| dc.Identifier.NIM | 19913037 | |
| dc.contributor.author | Fitrianto, Hanif | |
| dc.date.accessioned | 2025-07-17T05:30:55Z | |
| dc.date.available | 2025-07-17T05:30:55Z | |
| dc.date.issued | 2023 | |
| dc.description.abstract | Pemuda memiliki andil besar dalam memelihara peradaban ini. Di tangan mereka identitas yang potensial sebagai penerus cita-cita perjuangan bangsa dan sumber insani bagi pembangunan bangsanya. Dewasa ini, revolusi komunikasi dan informasi telah mempengaruhi generasi muda. Media massa dan teknologi yang sepatutnya memberikan dampak positif, sebaliknya mewariskan budaya yang destruktif. Untuk memperbaiki generasi muda, Sa’id bin Ali bin Wahf Al-Qahthani menuliskan pemikirannya sebagai pedoman dalam pendidikan pemuda dalam kitab berjudul Al-Hadyu An-Nabawy fi Tarbiyah Al-Aulad fi Dhaui Al-Kitab wa AsSunnah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pendidikan pemuda menurut Sa’id bin Ali bin Wahf Al-Qahthani dan konsep pemikiran pendidikan pemuda perspektif sosiokultural. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif untuk menggambarkan obyek penelitian. Teknik pengambilan data dengan metode dokumentasi. Keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan analisis menggunakan content analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan pemuda ditunjukkan dengan memberikan kasih sayang, senyuman dan sambutan, membeli dagangan pemuda dengan nilai tambah, menghargai hak-hak mereka, memanggil nama kesukaan, meringankan kesedihan, memberikan tunggangan, serta dengan menjenguk yang sakit. Motivasi untuk mendorong pemuda untuk berakhlak mulia dengan menumbuhkan motivasi. Peran orang tua dalam mengemban pendidikan pemuda dalam berbagai aspek. Adab pergaulan dibutuhkan dalam proses pendidikan. Metode memperbaiki kesalahan pemuda dengan praktik nyata, isyarat, pujian, dialog, peringatan keras, serta teguran dan hukuman. Pemikiran pendidikan pemuda menurut Sa’id bin Ali bin Wahf al Qahthani perspektif sosiokultural menunjukkan bahwa;pendidikan memiliki pengaruh dalam penanaman nilai sosial, mplikasi motivasi terhadap penguatan akhlak mulia, peran orangtua dalam menunaikan amanat pendidikan pemuda memiliki andil dalam pembangunan masyarakat Islami, dan dalam menciptakan lingkungan | en_US |
| dc.identifier.uri | repository.uii.ac.id/handle/123456789/56977 | |
| dc.publisher | Universitas Islam Indonesia | en_US |
| dc.subject | Pemikiran | en_US |
| dc.subject | Pendidikan Pemuda | en_US |
| dc.subject | Sa’id bin Ali bin Wahf Al Qahthani | en_US |
| dc.subject | Perspektif Sosiokultural | en_US |
| dc.title | Studi Pemikiran Sa’id Bin Ali Bin Wahf Al Qahthani: Pendidikan Pemuda dalam Kitab Al Hadyu An Nabawi Fi Tarbiyah Al Aulad Fi Dhau Al-kitab Wa As-sunnah Perspektif Sosiokultural | en_US |
| dc.type | Thesis | en_US |