<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Perilaku Inovatif Dan Keterikatan Kerja Pada Karyawan Milenial

dc.Identifier.NIM17320276
dc.contributor.advisorHazhira Qudsyi, S.Psi., M.A s
dc.contributor.authorSITI EMA NOFIANTI
dc.date.accessioned2021-11-17T07:23:26Z
dc.date.available2021-11-17T07:23:26Z
dc.date.issued2021-06-21
dc.description.abstractPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perilaku inovatif dan keterikatan kerja pada karyawan milenial. Responden penelitian merupakan 116 karyawan milenial (Laki-laki = 44.8% , Perempuan = 55.2%) yang berasal dari berbagai perusahaan atau instansi dengan rentang usia 20 hingga 40 tahun dan telah bekerja minimal 1 bulan. Penelitian ini menggunakan desain korelasional dengan pengumpulan data berbentuk kuesioner melalui google form. Kuesioner yang digunakan diantaranya adalah skala Utrecht Work Engagement Scale (UWES) dari Schaufeli & Bakker untuk mengukur variabel keterikatan kerja. Sedangkan variabel perilaku inovatif diukur menggunakan skala perilaku inovatif dari Setiawan yang merupakan hasil adopsi dan adaptasi dari Janssen. Hipotesis penelitian ini adalah adanya hubungan positif antara perilaku inovatif dan keterikatan kerja pada karyawan milenial. Analisis data dilakukan dengan bantuan software SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara perilaku inovatif dan keterikatan kerja pada karyawan milenial dengan nilai r = 0.616 dan p = 0.000 (p<0.05) sehingga hipotesis dalam penelitian ini diterima.en_US
dc.identifier.urihttps://repository.uii.ac.id/handle/123456789/34465
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectPerilaku Inovatifen_US
dc.subjectKeterikatan Kerjaen_US
dc.subjectKaryawan Milenialen_US
dc.titlePerilaku Inovatif Dan Keterikatan Kerja Pada Karyawan Milenialen_US

Files

Collections