<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Gerakan 4B dalam merespons Isu Kekerasan Berbasis Gender di Korea Selatan pada Tahun 2019-2024

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Penelitian ini menganalisis strategi mobilisasi sumber daya Gerakan 4B di Korea Selatan sebagai respons terhadap masalah kekerasan berbasis gender yang semakin memburuk dari tahun 2019 hingga 2024. Meskipun Korea Selatan telah mengalami perubahan ekonomi dan teknologi yang sangat pesat, budaya patriarki yang mendalam masih terus mempertahankan diskriminasi dan kekerasan terhadap perempuan. Gerakan 4B, yang mencakup prinsip penolakan terhadap pernikahan, melahirkan, berkencan, dan berhubungan seksual dengan lawan jenis, muncul sebagai bentuk perlawanan radikal yang terinspirasi dari gerakan feminis sebelumnya seperti “Escape The Corset” dan #MeToo. Dengan menerapkan teori mobilisasi sumber daya gerakan sosial yang dikemukakan oleh Edwards dan McCarthy (2007), penelitian ini mengungkap cara Gerakan 4B berhasil mengumpulkan dan mengoptimalkan sumber daya moral, budaya, manusia, material, dan organisasi sosial tanpa struktur formal atau pendanaan terpusat. Gerakan ini memanfaatkan solidaritas secara anonim, narasi digital, dan infrastruktur media sosial yang sudah ada untuk mengubah pilihan individu menjadi tindakan kolektif politik, yang berdampak signifikan pada masyarakat dan dinamika populasi Korea Selatan. Temuan ini berkontribusi dalam mendefinisikan ulang kesuksesan gerakan sosial di era digital, sambil menyoroti konteks historis di mana hak untuk bisa hidup dengan menjadi diri sendiri dan melakukan perlawanan terhadap penindasan menjadi prioritas.

Description

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By