<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

KEARIFAN LOKAL YANG MENDUKUNG KETAHANAN LINGKUNGAN HIDUP DI KAWASAN PERBATASAN ENTIKONG (INDONESIA)-SERAWAK (MALAYSIA)

Abstract

Kawasan perbatasan Entikong-Serawak merupakan pintu gerbang lalu lintas jalur darat antara Indonesia dan Malaysia. Kondisi ini mempengaruhi percepatan pembangunan yang telah direncanakan dalam Master Plan Percepatan Pembangunan Ekonomi Indonesia dan Rencana Tata Ruang dan Wilayah Provinsi Kalimantan Barat. Percepatan pembangunan ini berdampak pada sumber daya alam dan sosial di kawasan tersebut. Lingkungan hidup menjadi sektor yang paling berdampak tetapi pembangunan tetap harus berjalan. Oleh karena itu diperlukan sinergi antara percepatan pembangunan dan pelestarian lingkungan hidup. Salah satu langkah untuk membantu penyelamatan lingkungan hidup yaitu melalui pemberdayaan kearifan lokal yang mendukung ketahanan lingkungan hidup. Penelitian ini bertujuan mengungkapkan kearifan lokal masyarakat perbatasan Entikong (Indonesia)-Serawak (Malaysia) yang mendukung ketahanan lingkungan hidup. Penelitian dilakukan di 4 Desa di Kecamatan Entikong dengan jumlah responden 160 penduduk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada beberapa kearifan lokal yang mendukung ketahanan lingkungan hidup dan perlu ditingkatkan pemberdayaannya. Kearifan lokal tersebut antara lain menanam pohon saat kelahiran anak, musyawarah adat untuk menebang pohon, dan menanam tanaman obat tradisional leluhur di pekarangan rumah. Kearifan lokal ini merupakan modal sosial untuk mempertahankan lingkungan hidup di kawasan perbatasan Entikong.

Description

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By