Studi Eksperimental Faktor Konversi Kuat Tekan Beton Mutu Normal dan Tinggi Umur 3 Hingga 28 Hari: Pengaruh Jenis Semen PCC dan PPC
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Seiring dengan perkembangan teknologi beton meliputi jenis semen, material, aditif, bentuk benda uji, dan kondisi lingkungan, nilai faktor konversi kuat tekan beton mutu normal dan beton mutu tinggi dapat berbeda dengan PBI 1971, karena pada PBI 1971 nilai faktor konversi kuat tekan beton didasarkan pada penggunaan semen OPC. PBI 1971 untuk sekarang masih menjadi pedoman, namun belum membahas mengenai faktor konversi untuk beton mutu tinggi dan juga perlu dilakukan penyesuaian dalam penggunaan semen PCC dan PPC, mengingat sifat dan komposisi keduanya berbeda agar nilai faktor konversi kuat tekan beton yang digunakan menjadi lebih relevan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan nilai faktor konversi kuat tekan beton pada beton mutu normal dan tinggi umur 3, 7, 14, 21, dan 28 hari dengan penggunaan semen PCC dan PPC serta mengetahui pengaruh penggunaan semen PCC dan PPC terhadap workability, kuat tekan, laju kuat tekan. Penelitian menggunakan semen PPC dan PCC dengan perencanaan campuran beton untuk mutu normal menggunakan SNI 2834-2000 dengan mutu rencana 25 MPa dan beton mutu tinggi menggunakan SNI 6468-2000 dengan mutu rencana 42 MPa. Beton mutu tinggi menggunakan bahan tambah silica fume sebanyak 10% dan superplasticizer Sika Visconcrete – 1003 sebanyak 0,5% dari berat semen. Pengujian yang dilakukan berupa kuat tekan dengan benda uji berbentuk silinder. Hasil pengujian kuat tekan dimodelkan persamaan regresinya dan hasil digunakan untuk menghitung nilai faktor konversi beton dengan cara membagi kuat tekan rata-rata beton pada umur tertentu dengan kuat tekan rata-rata beton pada umur 28 hari. Pada penelitian ini mutu rencana beton untuk mutu normal maupun mutu tinggi menggunakan semen PCC dan PPC memenuhi kuat tekan yang direncanakan. Pada semen PCC dan PPC mutu normal diperoleh kuat tekan tertinggi 26,568 MPa dan 32,879 MPa. Sementara itu, untuk beton mutu tinggi semen PCC dan PPC diperoleh nilai kuat tekan tertinggi 42,830 MPa dan 49,320 MPa. Didapatkan nilai faktor konversi kuat tekan beton pada beton mutu normal dengan semen PCC dan PPC untuk umur 3, 7, 14, 21, dan 28 hari berturut-turut sebesar 0,45, 0,67, 0,77, 0,95, 1,00 dan 0,62, 0,78, 0,88, 0,93, 1,00. Sementara itu, untuk beton mutu tinggi dengan penggunaan jenis semen PCC dan PPC dan umur beton yang sama berturut-turut didapatkan 0,46, 0,67, 0,88, 0,94, 1,00 dan 0,57, 0,65, 0,85, 0,91, 1,00. Semen PCC baik mutu beton normal maupun tinggi memiliki workability yang lebih baik dari pada PPC. Semen PPC (mutu normal dan tinggi) menghasilkan kuat tekan lebih tinggi di setiap umur ujinya dibandingkan PCC. Kekuatan beton PPC umur awal dan akhir lebih tinggi baik pada mutu beton normal maupun tinggi dibandingkan dengan semen PCC. Semen PCC lebih efektif dalam mempercepat laju peningkatan (pertumbuhan) kuat tekan beton dibandingkan semen PPC baik pada mutu beton normal maupun tinggi.