Prarancangan Pabrik N-Butanol dengan Proses Hidrogenasi N-Butil Butirat Kapasitas 500 Ton/tahun
| dc.Identifier.NIM | 19521185 | |
| dc.Identifier.NIM | 19521183 | |
| dc.contributor.author | Setyaningrum, Wahyu Murti | |
| dc.contributor.author | Kuncahyaningayu, Silviana Ayusella | |
| dc.date.accessioned | 2024-01-19T07:26:44Z | |
| dc.date.available | 2024-01-19T07:26:44Z | |
| dc.date.issued | 2023 | |
| dc.description.abstract | N-butanol merupakan alkohol dengan rumus molekul C4H9OH yang banyak digunakan sebagai pelarut dan bahan intermediate dalam produksi Butyl acrylate. Produksi n-butanol memiliki peluang yang cukup baik untuk dikembangkan apabila dilihat dari potensi bahan baku dan pemakaiannya di Indonesia sehingga dapat mengurangi ketergantungan terhadap impor. Pabrik n-butanol direncanakan berdiri pada tahun 2028 dengan kapasitas 500 ton/tahun dan beroperasi selama 330 hari dalam 1 tahun. Pabrik ini didirikan di daerah Kotasari, Gerogol, Cilegon, Banten dengan luas tanah 10.981 m2 dan jumlah karyawan sebanyak 146 orang. Proses produksi n-butanol melalui reaksi hidrogenasi n-butil butirat atau reaksi antara gas hidrogen dan n-butil butirat yang berlangsung dalam fase gas pada reaktor fixed bed multitube. Reaksi terjadi pada suhu 224 oC dan tekanan 7,5 atm dengan bantuan katalis Cu/ZnO/Al2O3 sehingga menghasilkan n-butanol dengan kemurnian 99%. Pada proses pembuatan n-butanol membutuhkan bahan baku berupa n-butil butirat sebanyak 60,81 kg/jam yang berasal dari Jiangsu Hengxing New Material Technology Co., Ltd., China dan gas hydrogen sebanyak 1,70 kg/jam yang berasal dari PT. Air Liquide Indonesia, Cilegon. Kebutuhan utilitas pada pabrik n-butanol meliputi air sebesar 1239,31 kg/jam, kebutuhan dowtherm sebesar 1638,04 kg/jam, kebutuhan listrik sebesar 241 kW, kebutuhan bahan bakar sebesar 43,50 L/jam dan kebutuhan udara tekan sebesar 46,89 m3 /jam. Hasil evaluasi ekonomi menunjukkan total biaya produksi sebesar Rp 177.154.748.833,- dan total penjualan sebesar Rp 219.699.373.936,- sehingga memperoleh keuntungan sebelum pajak sebesar Rp 42.544.625.102,- dan keuntungan setelah pajak sebesar Rp 33.184.807.579,-. Berdasarkan evaluasi ekonomi yang telah dilakukan, pabrik n-butanol ini tergolong pabrik risiko rendah dengan Return of Investment (ROI) sebelum pajak sebesar 24,02% dan setelah pajak sebesar 18,74% , Pay Out Time (POT) sebelum pajak 3,03 tahun dan setelah pajak 3,61 tahun, Break Even Point (BEP) sebesar 50,19%, Shut Down Point (SDP) sebesar 25,30%, dan Discounted Cash Flow Rate of Return (DCFR) sebesar 20,81%. Berdasarkan peninjauan bahan baku, kondisi operasi proses, peluang penjualan produk dan hasil evaluasi ekonomi, dapat disimpulkan bahwa pabrik n-butanol dari proses hidrogenasi n-butil butirat dengan kapasitas 500 ton/tahun layak untuk didirikan. | en_US |
| dc.identifier.uri | repository.uii.ac.id/handle/123456789/46812 | |
| dc.publisher | Universitas Islam Indonesia | en_US |
| dc.subject | N-Butanol | en_US |
| dc.subject | N-Butil Butirat | en_US |
| dc.subject | Hidrogen | en_US |
| dc.subject | Reaksi | en_US |
| dc.subject | Produksi | en_US |
| dc.title | Prarancangan Pabrik N-Butanol dengan Proses Hidrogenasi N-Butil Butirat Kapasitas 500 Ton/tahun | en_US |
| dc.type | Thesis | en_US |