Analisis Beban Kerja Operator Untuk Menyesuaikan Kebutuhan Jumlah Operator Guna Menunjang Produktivitas Pada Kelompok Kerja Cabinet Furniture
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Setelah pandemi COVID-19 mempengaruhi seluruh sektor industri, negara, dan perubahan-perubahan struktural yang mungkin terjadi. Dampak pasca COVID -19 terhadap industri antara lain, perubahan dalam model bisnis, gangguan pasokan dan rantai pasokan, perubahan dalam permintaan konsumen, kerja jarak jauh yang berkelanjutan, dll. Perubahan dalam permintaan konsumen merupakan hal yang banyak terjadi pada perusahaan termasuk PT. Yamaha Indonesia. Dengan masa transisi setelah COVID-19 ini berdampak pada produksi perusahaan yang menurun karena permintaan konsumen yang menyebabkan tenaga kerja yang dibutuhkan pada lini produksi tidak seimbang dengan rencana produksi sehingga perlu dilakukan analisis untuk menyesuaikan kebutuhan tenaga kerja. Analisis beban kerja dibutuhkan untuk mengetahui keperluan jumlah tenaga kerja yang optimal. Penelitian beban kerja ini dilakukan di PT. Yamaha Indonesia pada bagian kelompok kerja Cabinet Furniture departemen Wood Working. Penelitian ini menggunakan metode Full Time Equivalent (FTE) dengan pendekatan Line Balance. Dari analisis perhitungan FTE, dapat disimpulkan bahwa beban kerja dari 8 operator pada bulan September 2023 masih termasuk ke dalam kategori "Underload." Hal ini menunjukkan bahwa jumlah operator yang ada lebih banyak daripada yang sebenarnya dibutuhkan untuk mengatasi beban kerja yang ada pada bulan tersebut. Dalam konteks ini, "Underload" berarti bahwa beban kerja yang diterima oleh operator lebih rendah daripada kapasitas maksimal mereka, sehingga perusahaan dapat mempertimbangkan untuk menyesuaikan jumlah operator sesuai dengan tingkat produksi yang sebenarnya. Ini dapat membantu perusahaan mengoptimalkan sumber daya manusia dan menjaga efisiensi kerja dalam lingkungan produksi yang berubah-ubah. Maka dari hasil yang didapat, perlu dilakukan perancangan ulang untuk kebutuhan jumlah operator agar beban kerja yang diterima oleh operator dapat terdistribusi dengan baik.