Peran Krokot (Portulaca Oleracea) Dalam Modulasi Mikrobiota Usus Pada Kondisi Disbiosis: Scoping Review
| dc.Identifier.NIM | 22711163 | |
| dc.contributor.author | Salsabila, Gian Raya | |
| dc.date.accessioned | 2026-05-19T01:45:08Z | |
| dc.date.available | 2026-05-19T01:45:08Z | |
| dc.date.issued | 2026 | |
| dc.description.abstract | Latar Belakang: Tubuh manusia merupakan tempat kolonisasi mikroba yaang memiliki fungsi dan peran tertentu, berbaga faktor dapat menyebabkan kondisi ketidakseimbangan mikrobiota atau yang disebut dengan disbiosis. Disbiosis menyebabkan gejala inflamasi sistem intestinal serta mempengaruhi bebragai sistem lainnya. Penggunaan antibiotik jangka panjang sering dikaitkan dengan efek samping, seperti munculnya resisten terhadap antibiotik tertentu dan musnahnya mikrobiota baik pada tubuh, sehingga diperlukan terapi yang lebih aman dan efektif. Krokot (Portulaca oleracea), diketahui memiliki aktivitas modulasi mikrobiota usus melalui pengaruhnya terhadap kandungan SCFA dan keseimbangan mikrobiota. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran krokot (Portulaca oleracea) dalam memodulasi mikrobiota usus pada terapi disbiosis berdasarkan bukti ilmiah yang tersedia. Metode: Penelitian ini menggunakan metode scoping review dengan menelaah artikel ilmiah yang diperoleh dari database PubMed, ScienceDirect, SpringerLink, MDPI Scopus, dan Google Scholar dengan rentang tahun publikasi 2015–2025. Kriteria inklusi meliputi artikel original berbahasa Indonesia atau Inggris yang membahas secara langsung krokot (Portulaca oleracea) dalam memodulasi mikrobiota usus pada terapi disbiosis melalui uji in vitro, in vivo, maupun uji klinis pada manusia, dan free full text. Proses seleksi artikel dilakukan sesuai dengan pedoman PRISMA-ScR. Hasil: Empat artikel yang memenuhi kriteria inklusi dilakukan analisis yang terdiri atas 1 penelitian in vitro dan 3 penelitian in vivo. Secara umum, kandungan polisakarida pada Portulaca oleracea manggis memodulasi mikrobiota usus melalui beberapa mekanisme utama, yaitu meningkatkan kandungan SCFA yang berperan dalam homeostasis mikrobiota serta menyeimbangan komposisi mikrobiota ke arah mikrobiota baik. Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan Portulaca oleracea memiliki peran dalam modulasi mikrobiota pada kondisi disbiosis. Namun demikian, diperlukan penelitian lanjutan dengan desain uji klinis dan standar metodologi yang lebih kuat untuk memastikan efektivitas dan keamanannya pada manusia. | en_US |
| dc.identifier.uri | repository.uii.ac.id/handle/123456789/62690 | |
| dc.publisher | Universitas Islam Indonesia | en_US |
| dc.title | Peran Krokot (Portulaca Oleracea) Dalam Modulasi Mikrobiota Usus Pada Kondisi Disbiosis: Scoping Review | en_US |
| dc.type | Thesis | en_US |