Profil Angka Kematian Ibu yang disebabkan Anemia di ASEAN: Analisis Data WHO Global Health Observatory Tahun 2000-2019
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Latar Belakang: Anemia merupakan kondisi kuantitas sel darah merah di bawah ambang batas normal sehingga kemampuan tubuh mengantarkan oksigen ke seluruh tubuh terhambat. Seseorang dinyatakan anemia apabila kadar hemoglobin <120 g/L dan <110 g/L pada wanita hamil berusia 15-49 tahun. Angka kejadian anemia di setiap negara dapat dipengaruhi oleh status kesehatan dan sosioekonomi di negara tersebut, khususnya pada negara berkembang, seperti pada Asia Tenggara. Terdapat tiga indikator untuk menentukan derajat kesehatan masyarakat, yaitu mortalitas, status gizi, dan morbiditas. Berbagai studi menunjukkan adanya asosiasi cukup kuat antara kejadian anemia pada kehamilan dengan kejadian mortalitas maternal. Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan anemia dengan kematian maternal. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan studi ekologi dengan desain cross sectional menggunakan data sekunder yang bersumber dari data WHO Global Health Observatory. Variabel peneltiian yaitu variabel bebas antara lain anemia pada ibu hamil, anemia pada ibu tidak hamil, dan GDP per Kapita, sedangkan variabel terikat adalah angka kematian ibu (AKI) atau maternal mortality rate (MMR). Hasil: Analisis bivariat memperoleh hasil korelasi signifikan MMR dengan GDP per Kapita, anemia pada ibu hamil dengan anemia pada ibu tidak hamil, anemia pada ibu hamil dengan GDP per kapita, dan anemia pada ibu tidak hamil dengan GDP per kapita. Analisis multivariat memperoleh hasil signifikan kejadian anemia dan GDP per kapita terhadap kematian maternal (MMR). Simpulan: Terdapat hubungan antara anemia pada ibu dan GDP per kapita terhadap kematian maternal (MMR) berdasarkan hasil analisis data Global Health Observatory kawasan ASEAN tahun 2000-2019.