Analisis Risiko dan Operabilitas Pada Proyek Pengeboran Sumur Pengembangan X4 dengan Metode Hazard And Operability Study (Hazop) Area Flowline Sistem (Studi Kasus: Energy Equity Epic Sengkang Pty. Ltd.)
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Energry Equity Epic Sengkang Pty. Ltd. merupakan perusahaan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) area industry minyak dan gas yang memiliki tingkat risiko tinggi dan menuntut penerapan analisis keselamatan kerja secara sistematis dan terukur. Energy Equity Epic Sengkang Pty. Ltd. saat ini tengah melaksanakan pengembangan sumur gas X4, sebelumnya mengoperasikan tiga sumur produksi (X1, X2, dan X3). Kegiatan pengeboran dan pengoperasian fasilitas hulu minyak dan gas, khususnya pada jaringan pipa penyalur, memiliki potensi bahaya yang signifikan mulai dari korosi, kebocoran LOPC (loss of frimary of containment), hingga kebakaran atau ledakan. Regulasi mulai undang-undang No. 1 Tahun 1970 serta Kepmen No. 300.K/38/M.PE/1997 telah menegaskan kewajiban penyelenggaraan keselamatan kerja dalam perusahaan minyak dan gas, diperkuat oleh Data Ditjen Minyak dan gas yang tercatatat 117 kasus kecelakaan kerja pada 2016 dan masih tersisa 56 kasus pada 2022. Kondisi ini menegaskan bahwa aspek keselamatan perlu mendapat perhatian serius pada proyek pengembangan Sumur X4. Penelitian ini menggunakan Hazard and Operbility Study (HAZOP) untuk mengidentifikasi potensi deviasi proses dan risiko yang timbul, serta Root Causes Analysis (RCA) untuk menelusuri akar penyebab bahaya. Hasil analisis menunjukan deviasi LESS PRESSURE (LP) pada kondisi operasi 50 psig berpotensi meningkatkan kecepatan alir fluida, yang berdampak pada percepatan korosi atau erosi, penurunan ketebalan material, hingga LOPC yang dapat memicu kebakaran atau ledakan. Selain itu, potensi korosi eksternal akibat kelembaban lingkungan juga teridentifikasi sebagai sumber bahaya utama dengan konsekuensi serupa. RCA menegaskan bahwa penyebab mendasar meliputi kegagalan kebocoran pada flowline, kekurangannya sistem proteksi (coating/Insulation) serta lemahnya pengawasan penggunaan peralatan mitigasi. Berdasarkan hasil penelitian rekomendasi pengendalian risiko mencakup peningkatan sistem monitoring tekanan penambahan lapisan proteksi terhadap pipa, inspeksi berkala berbasis risiko riks based inspection (RBI), serta penguatan prosedur tanggap darurat untuk meminimalkan dampak kecelakaan. Dengan demikian, penelitian ini berkontribusi pada upaya peningkatan keselamatan kerja serta mendukung keberlanjutan operasi minyak dan gas sesuai standar regulasi nasional.