<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Pengaruh Stabilisasi Tanah menggunakan Semen Portland Dan Pasir Terhadap Nilai CBR dan Kuat Tekan Bebas

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Tanah memegang peran penting dalam konstruksi, terutama dalam pembangunan jalan dan bangunan. Namun, tidak semua jenis tanah mempunyai daya dukung yang cukup untuk dijadikan fondasi yang aman bagi konstruksi. Oleh karena itu, penting untuk menganalisis karakteristik tanah dalam perencanaan konstruksi guna mengurangi risiko ketidakstabilan tanah. Kondisi tanah di Jalan Ring Road Barat, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun, Jawa Timur, menunjukkan ketidakstabilan yang memerlukan metode stabilisasi. Dalam penelitian ini, semen portland dan pasir digunakan sebagai bahan stabilisasi untuk meningkatkan daya dukung tanah. Tanah lanau tak organik dengan indeks plastisitas rendah dan daya dukung lemah, dapat menyebabkan keretakan pada bangunan dan penurunan tanah. Dalam penelitian ini, metode pengujian CBR (California Bearing Ratio) dan kuat tekan bebas (Unconfined Compression Test) digunakan untuk menganalisis pengaruh bahan stabilisasi terhadap daya dukung tanah. Pengujian CBR dilakukan dengan 1 dan 7 hari pemeraman serta rendaman 4 hari, Sementara pengujian kuat tekan bebas dilakukan dengan 1 dan 7 hari pemeraman untuk memperoleh nilai kuat tekan bebas (qu), kohesi (c), dan sudut geser dalam (φ). Bahan stabilisasi yang digunakan adalah semen portland dan pasir, dengan variasi 9% semen portland dan 11%, 13%, dan 15% pasir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanah asli dikategorikan kedalam kelompok ML menurut klasifikasi USCS, yaitu lempung tak organik dan pasir sangat halus, serbuk batuan atau pasir halus berlanau atau berlempung. Berdasarkan klasifikasi AASHTO, tanah asli dikategorikan kedalam klasifikasi kelompok A-5, yaitu bertipe karakteristik tanah lanau dan kualitas tanah dasar yang tergolong sedang hingga buruk. Nilai CBR tanah asli tanpa perendaman adalah 11,160%, sedangkan dalam kondisi terendaman turun menjadi 2,558%. CBR tertinggi tanpa perendaman diperoleh pada campuran 9% semen portland dan 15% pasir dengan waktu pemeraman 7 hari, yang mencapai 59,727% dengan peningkatan sebesar 435,19% dibandingkan tanah asli. Untuk kondisi terendam, CBR tertinggi didapatkan pada campuran 9% semen portland dan 15% pasir dengan waktu perendaman 4 hari, yaitu mencapai 21,703% dengan peningkatan sebesar 748,34% dari tanah asli yang terendam. Nilai kuat tekan bebas (qu) adalah 2,457 kg/cm2

, nilai kohesi (c) 0,846 kg/cm2 , dan nilai sudut geser dalam (φ) sebesar 21°. Nilai kuat tekan bebas meningkat seiring dengan bertambahnya persentase pasir dan lama waktu pemeraman, dengan nilai tertinggi pada campuran semen portland 9% dan pasir 15% pada pemeraman 7 hari, yaitu kuat tekan bebas (qu) sebesar 5,586 kg/cm2 , nilai kohesi (c) 1,333 kg/cm2

, dan nilai sudut geser dalam (φ) sebesar 39°. Hal ini menunjukkan bahwa penambahan semen portland dan pasir memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan nilai CBR, kuat tekan bebas (qu), kohesi (c), dan sudut geser dalam (φ). Berdasarkan nilai CBR hasil stabilisasi dengan semen portland dan pasir, desain perkerasan jalan lentur yang direkomendasikan adalah termasuk kategori FFF3 dengan spesifikasi terdiri dari AC WC tebal 40 mm, AC BC tebal 75 mm dan 80 mm, lapisan fondasi agregat Kelas A setebal 200 mm, lapis fondasi agregat Kelas B setebal 150 mm, dan tebal perbaikan tanah dasar (stabilisasi) setebal 25 mm.

Description

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By