Spiritualitas Islam dan Resiliensi pada Emerging Adult yang Mengalami Fatherless
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Emerging adult merupakan individu yang berada pada fase perkembangan yang ditandai oleh berbagai perubahan dan tantangan psikologis, sehingga individu pada fase ini membutuhkan kemampuan resiliensi yang baik. Namun, kondisi fatherless menjadi faktor risiko yang menghambat perkembangan resiliensi pada emerging adult. Salah satu faktor internal yang berperan penting dalam memperkuat resiliensi adalah spiritualitas Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara spiritualitas Islam dan resiliensi pada emerging adult yang mengalami fatherless. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Partisipan penelitian berjumlah 1126 emerging adult beragama Islam berusia 18–29 tahun yang mengalami
fatherless. Pengumpulan data dilakukan secara daring menggunakan skala Connor- Davidson Resilience Scale dan Skala Spiritualitas Islam. Analisis data menggunakan
uji korelasi Pearson’s Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan positif yang signifikan antara spiritualitas Islam dan resiliensi (r = 0,603; p < 0,001), dengan kontribusi spiritualitas Islam sebesar 36,4% terhadap variasi resiliensi. Selain itu, seluruh aspek spiritualitas Islam menunjukkan hubungan positif yang signifikan dengan resiliensi. Temuan ini mengindikasikan bahwa spiritualitas Islam berperan sebagai sumber kekuatan internal yang penting dalam membantu emerging adult yang mengalami fatherless untuk bertahan, beradaptasi, dan bangkit dari kesulitan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi pengembangan intervensi psikologis berbasis spiritualitas Islam untuk meningkatkan resiliensi pada emerging adult yang mengalami fatherless.