<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

PERBEDAAN TINGKAT KONSUMSI ENERGI PASIEN SKIZOFRENIA RAWAT INAP TIPE PARANOID DAN NON PARANOID DI RSJ GRHASIA YOGYAKARTA

Abstract

Latar Belakang: Sebagai kasus gangguan jiwa dengan insidensi tertinggi di RSJ Grhasia Yogyakarta, skizofrenia diklasifikasikan menjadi paranoid dan non paranoid. Skizofrenia paranoid memiliki gejala positif yang menonjol dibandingkan dengan skizofrenia non paranoid. Hal tersebut dapat mempengaruhi pola makan pasien dan berdampak pada tingkat konsumsi energi pasien skizofrenia. Asupan energi yang cukup, dapat menjadi terapi pendukung tidak langsung yang dapat membantu proses penyembuhan skizofrenia. Tujuan: Untuk mengetahui perbedaan tingkat konsumsi energi pasien skizofrenia rawat inap tipe paranoid dan non paranoid di RSJ Grhasia Yogyakarta. Metode: Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan rancangan cross sectional, dan menggunakan analisis deskriptif. Sampel yang digunakan yaitu semua populasi skizofrenia sebanyak 46 pasien, 23 pasien skizofrenia paranoid dan 23 pasien skizofrenia non paranoid. Data tingkat konsumsi energi diperoleh melalui penimbangan makanan 3x24 jam, dan dihitung dengan menggunakan NutriSurvey. Analisis data menggunakan uji Independent Sample T-Test. Hasil: Hasil analisis didapatkan nilai p sebesar 0,000 (p<0,05) artinya bahwa terdapat perbedaan tingkat konsumsi energi antara pasien skizofrenia rawat inap tipe paranoid dan pasien skizofrenia tipe non paranoid. Kesimpulan: Terdapat perbedaan tingkat konsumsi energi antara pasien skizofrenia rawat inap tipe paranoid dan non paranoid di RSJ Grhasia Yogyakarta

Description

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By