Analisis Komparasi Perhitungan Quantity Take off Pekerjaan Struktural Antara Metode BIM dengan Konvensional Terhadap Realisasi Lapangan (Studi Kasus : Proyek Gedung Laboratorium Riset Jurusan Kimia Universitas Islam Indonesia)
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Dalam merencanakan estimasi volume material yang dibutuhkan pada suatu proyek umumnya masih menggunakan metode konvensional, yang memungkinkan terjadinya kesalahan dalam perhitungannya dan akhrinya dapat menghasilkan waste. Oleh karena itu dengan adanya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, melahirkan cara baru dalam menghitung kebutuhan material pada suatu proyek, yaitu dengan penggunaan konsep Building Information Modelling (BIM) yang diklaim dapat menekan biaya serta waktu karena seluruh perhitungannya berdasarkan model 3D yang telah dibuat dan dilakukan secara otomatis pada software pendukungnya, sehingga dapat memperkecil kemungkinan terjadinya kesalahan-kesalahan dalam perhitungan dan kesalahan dalam perencanaan proyek dapat terdeteksi diawal sebelum proyek tersebut berlangsung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengunaan metode manakah yang lebih mendekati hasil realisasi dalam menghitung volume rencana. Metode penelitiannya adalah dengan menerapkan penggunaan metode BIM dengan bantuan software Tekla Structures dan metode konvensional dalam menghitung volume pekerjaan struktural, dan hasil keduanya akan dikomparasi untuk mengetahui pengunaan metode manakah yang lebih mendekati hasil realisasi dalam menghitung volume rencana. Analisis data pada penelitian ini dilakukan dengan bantuan Microsoft Excel. Hasil quantity take off yang diperoleh dengan menerapkan konsep BIM 3D sebesar 147.052,91 Kg pada volume tulangan, dan 954,89 m3 pada volume beton, sedangkan untuk volume rencana yang didapat dari data proyek sebesar 152.897,48 Kg pada volume tulangan, dan 1.000,35 m3 pada volume beton, dan untuk volume realisasi yang didapat dari data proyek sebesar 148.688,46 Kg pada volume tulangan, dan 973,52 m3 pada volume beton. Berdasarkan hasil penelitian ini didapat bahwa penggunaan konsep BIM lebih mendekati hasil realisasi proyek, sehingga dengan diterapkannya konsep BIM 3D memang benar dapat meminimalisir terjadinya tumpang tindih yang menghasilkan perencanaan konstruksi dapat lebih tepat, serta mampu mengoptimasikan estimasi volume yang didapat.