Hubungan Social-Emotional Health dan Self-Leadership pada Mahasiswa Program Sarjana
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara kesehatan sosial- emosional dan kepemimpinan diri pada mahasiswa program sarjana, serta
mengeksplorasi peran faktor demografis di dalamnya untuk memitigasi prokrastinasi, stres akademik, dan ketidaksiapan menghadapi uncertainty. Desain penelitian kuantitatif korelasional ini melibatkan 305 mahasiswa sarjana di Indonesia yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan secara daring dengan menggunakan instrumen Social-Emotional Health
Survei-Higher Education Version (SEHS-HE) dan The Abbriviated Self- Leadership Questionnaire (ASLQ), kemudian dianalisis menggunakan teknik
korelasi parsial dan analisis model regresi, dan uji beda. Hasil penelitian
menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara kesehatan sosial- emosional dan kepemimpinan diri pada mahasiswa. Kekuatan hubungan tersebut
terbukti konsisten dan bahkan mengalami peningkatan nilai koefisien setelah dilakukan pengontrolan terhadap social desirability bias. Melalui analisis demografis, ditemukan bahwa meskipun struktur aspek pembentuknya bervariasi antar-kelompok, aspek engaged living secara konsisten muncul sebagai prediktor utama, sekaligus indikator pembeda paling krusial antara kelompok kepemimpinan diri sangat tinggi dan sangat rendah. Lebih lanjut, analisis regresi spesifik menunjukkan aspek emotional competence berkontribusi signifikan dalam membentuk model kepemimpinan diri pada kelompok perempuan, namun tidak muncul pada kelompok laki-laki; hal ini selaras dengan kecenderungan mahasiswa perempuan yang lebih didorong oleh motif emosional saat berinteraksi. Temuan dalam penelitian ini menegaskan pentingnya kesehatan sosial-emosional sebagai fondasi kepemimpinan diri mahasiswa, dengan implikasi praktis berupa urgensi bagi institusi perguruan tinggi untuk merancang program intervensi kemahasiswaan berbasis konsep engaged living.