Kepemimpinan Pondok Pesantren Tremas (Suatu Interpretasi Historis)
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan historis, dengan analisa data menggunakan kajian hermeneutik. Sedangkan laporan penelitian menggunakan metode deskriptif. Penelitian ini memaparkan keseluruhan data tentang sejarah kepemimpinan Pondok Tremas, yang dibagi berdasarkan periodisasi yang meliputi: a. Periode pertama, pada masa kepemimpinan KH. Abdul Manan (1830- 1862 M). b. Periode kedua, pada masa kepemimpinan KH. Abdullah (1862-1894 M). c. Periode ketiga, pada masa kepemimpinan KH. Dimyathi (1894-1934 M). d. Periode keempat, pada masa kepemimpinan KH. Hamid Dimyathi (1934- 1948 M). e. Periode kelima, masa vacum kepemimpinan Pondok Tremas (1948- 1952 M). f. Periode keenam, masa kepemimpinan KH. Habib Dimyathi (1952- 1998 M). g. Periode ketujuh, pada masa kepemimpinan KH. Fuad Habib Dimyathi (1998-sekarang). Setelah seluruh data berhasil dikumpulkan maka kemudian dilakukan pengujian sumber data, dilanjutkan dengan interpretasi historis tentang kepemimpinan Pondok Tremas, kedudukan sekarang dan pada bagian akhir disampaikan pula mengenai keterbatasan penelitian. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan bahwa kepemimpinan Pondok Tremas adalah kepemimpinan paternalistik yang tidak hanya menerapkan prinsip-prinsip kepemimpinan modern saja, akan tetapi lebih dari itu yaitu sesuai dengan ajaran Islam. Oleh karena itu kepemimpinan Pondok Tremas memiliki kualitas yang sangat baik sehingga wajar apabila Pondok Tremas masih diminati masyarakat Islam. Karakteristik kepemimpinan Pondok Tremas pada umumnya adalah kesungguhan para pemimpin hanya memusatkan perhatiannya kepada pendidikan, kurang atau bahkan tidak melibatkan lembaga maupun pribadi dalam organisasi politik maupun organisasi sosial dalam bentuk apapun, sehingga pondok pesantren betul-betul merupakan lembaga pendidikan, yang hanya mengurusi ilmu.