Hubungan Riwayat Penggunaan Kontrasepsi Hormonal, Paritas, dan Frekuensi Antenatal Care dengan Kejadian Preeklamsia Pada Ibu Hamil di RsUD Sleman
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Latar Belakang: Preeklamsia ditandai dengan peningkatan tekanan darah ibu pada usia kehamilan 20 minggu disertai gangguan organ. Preeklamsia memiliki beberapa faktor risiko, yakni riwayat penggunaan kontrasepsi hormonal, paritas, dan frekuensi antenatal care. Hormon progesterone dan atau estrogen yang terkandung dalam kontrasepsi hormonal diyakini berpengaruh pada peningkatan tekanan darah dan gangguan organ pada ibu hamil, yang merupakan tanda preeklamsia. Ibu hamil yang belum pernah melahirkan cenderung mengalami ketidakseimbangan angiogenik. Antenatal care berperan penting dalam pelayanan kehamilan dan deteksi dini preeklamsia. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara riwayat penggunaan kontrasepsi hormonal, paritas, dan frekuensi ANC dengan kejadian preeklamsia pada ibu hamil di RSUD Sleman Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan pendekatan secara case-control. Subyek penelitian ini menggunakan data rekam medis Ibu hamil dengan preeklamsia sebagai kelompok kasus dan ibu hamil sehat di RSUD Sleman sebagai kelompok kontrol, yang dikumpulkan dengan teknik consecutive sampling. Data dianalisis dengan uji chi-square. Hasil: Analisis bivariat menggunakan uji chi-square memperoleh hasil hubungan yang signifikan antara riwayat penggunaan kontrasepsi hormonal (p value = 0,013, OR 6,667, CI 95% 1,377-32,278) dan frekuensi ANC (p value= 0,024) pada ibu hamil di RSUD Sleman tahun 2023. Hasil analisis lainnya didapatkan tidak terdapat hubungan signifikan antara paritas (p value = 0,486) dengan kejadian preeklamsia pada ibu hamil di RSUD Sleman tahun 2023. Simpulan: Terdapat hubungan signifikan antara riwayat penggunaan kontrasepsi hormonal dan frekuensi ANC dengan kejadian preeklamsia pada ibu hamil di RSUD Sleman pada tahun 2023 dan tidak terdapat hubungan signifikan antara paritas dengan kejadian preeklamsia pada ibu hamil di RSUD Sleman pada tahun 2023.