Hubungan Antara Kelekatan Teman Sebaya dan Kesejahteraan Subjektif Pada Santri di Pondok Pesantren X di Yogyakarta
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kelekatan teman sebaya dan kesejahteraan subjektif pada santri di Pondok Pesantren Ibnu Juraimi Yogyakarta. Kesejahteraan subjektif mengacu pada evaluasi individu terhadap kehidupannya, yang mencakup kepuasan hidup, afek positif, dan afek negatif, sedangkan kelekatan teman sebaya merujuk pada hubungan emosional yang ditandai dengan kepercayaan, komunikasi terbuka, dan rendahnya perasaan terasing. Penelitian menggunakan metode kuantitatif korelasional dengan 104 partisipan yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan meliputi Satisfaction with Life Scale (SWLS), Positive and Negative Affect Schedule (PANAS), dan Inventory of Parent and Peer Attachment – Revised (IPPA-R) versi teman sebaya. Analisis data dilakukan menggunakan korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara kelekatan teman sebaya dan kesejahteraan subjektif (r = 0,354; p < 0,01) dengan kontribusi sebesar 12,5%. Analisis tambahan menunjukkan bahwa kelekatan teman sebaya berhubungan signifikan dengan afek positif, gabungan afek positif-negatif, dan kepuasan hidup, namun tidak signifikan dengan afek negatif. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin kuat kelekatan santri dengan teman sebaya, semakin tinggi pula tingkat kepuasan hidup dan emosi positif yang dirasakan. Penelitian ini menegaskan pentingnya membangun hubungan yang hangat dan suportif antar santri guna meningkatkan kesejahteraan subjektif di lingkungan pesantren.