Analisis Kerapatan Jaringan Stasiun Hujan di Das Gandong, Jawa Timur
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Data curah hujan menjadi komponen utama dalam analisis hidrologi, baik untuk perencanaan maupun pengelolaan sumber daya air. Kualitas data curah hujan mempengaruhi keakuratan analisis hidrologi. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti jumlah stasiun hujan, kerapatan, pola penyebaran, dan ketelitian pencatatan data. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jumlah stasiun hujan dan pola penyebarannya secara optimal, agar data hujan yang diperoleh dapat mewakili hujan kawasan yang sebenarnya. Penelitian ini dilakukan di Daerah Aliran sungai (DAS) Gandong, Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Data-data yang digunakan terdiri dari peta DAS dan data curah hujan. Analisis dilakukan dengan menggunakan standar World Meteorological Organization (WMO) dan metode Kagan-rodda. Selanjutnya, dilakukan penggambaran
jaringan stasiun hujan berdasarkan jumlah stasiun hujan yang direkomedasikan masing- masing metode, sehingga diperoleh konfigurasi jaringan stasiun hujan yang sesuai standar.
Jumlah stasiun yang diperlukan di DAS Gandong bervariasi sesuai metode yang digunakan. Kondisi eksisting stasiun hujan DAS Gandong sudah sangat cukup baik, namun dalam analisis standar WMO, cukup dibutuhkan satu stasiun dengan kerapatan 162,797 km2/stasiun. Berdasarkan analisis metode Kagan-rodda jumlah stasiun hujan dan persebarannya ditentukan oleh kesalahan kerapatan dan kesalahan interpolasi , baik data hujan bulanan dan harian. Hasil dari Metode Kagan-roda untuk kerapatan data hujan harian untuk kesalahan 10% memiliki kerapatan 81,398 km2/stasiun, sedangkan kesalahan 5% memiliki kerapatan 20,349 km2 /stasiun. Kesalahan kerapatan data hujan bulanan, untuk kesalahan 10% memiliki kerapatan 162,797 km2 /stasiun, sedangkan kesalahan 5% memiliki 1,kerapatan 40,698 km2/stasiun.