<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Pengaruh Stabilisasi Tanah Berbutir Halus dengan Bahan Aditif Abu Vulkanik Merapi terhadap Penurunan Konsolidasi Tingkat Satu

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Tanah lempung merupakan salah satu jenis tanah yang sangat dipengaruhi oleh kandungan airnya. Pada kondisi kering bersifat keras dan retak-retak, pada kondisi basah kapasitas dukungnya rendah. Umumnya kerusakan pada bangunan akibatpenurunan yang tidak seragam. Adanya penurunan yang tidak seragam maka perlu dilakukan stabilisasi untuk menjamin stabilitas bangunan diatasnya. Stabilisasi merupakan usahausaha perbaikan sifat-sifat fisik dan mekanik tanah. Stabilisasi tanah dilakukan dengan menggunakan stabilisasi mekanik dan stabilisasi kimia yaitu menggunakan aditifabu Merapi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui klasifikasi tanah Pereng dan penurunan konsolidasi tingkat satu yang terjadi. Tinjauan dilakukan dengan uji konsolidasi, batas-batas Atterberg dan analisis saringan. Tanah Pereng berdasarkan analisis distribusi saringan termasuk jenis tanah lempung berlanau (Silty Clay) dan Abu Merapi termasuk pasir bergradasi buruk (SP). Berdasarkan sistem klasifikasi Unified tanah Pereng termasukjenis tanah lempung gemuk (CH). Berdasarkan sistem klasifikasi AASHTO tanah Pereng termasuk jenis tanah berlempung A-7-5(62). Berdasarkan pengujian konsolidasi didapatkan penurunan primer yeng terjadi pada pemeraman 0hari, variasi 2%, 4%, 6%, 8%, berkurang sebesar 27,26%, 45,8%, 54,88%, 59 88% dari tanah asli. Pemeraman 1hari, variasi 2%, 4%, 6%, 8%, berkurang sebesar 36,65%, 47,56%, 55,42%, 60,17% dari tanah asli. Pemeraman 3 hari, variasi 2%, 4%, 6%, 8%, berkurang sebesar 37,13%, 47,99%, 55,52% 63 86% dari tanah asli. Pemeraman 7 hari, variasi 2%, 4%, 6%, 8%, berkurang sebesar 40,07%, 49,98%, 56,71%, 65,02% dari tanah asli. Pemeraman 14 hari, variasi 2%, 4%, 6%, 8%, berkurang sebesar 41,40%, 50,58%, 57,65%, 67,27% dari tanah asli.

Description

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By