<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Biofabrikasi SnO2 Nanopartikel Menggunakan Ekstrak Bunga Rosella (Hibiscus Sabdariffa L.) Sebagai Fotokatalis untuk Produksi Biodiesel dari Minyak Jelantah

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis nanopartikel SnO2 menggunakan ekstrak bunga rosella (Hibiscus sabdariffa L.) sebagai bioreduktor alami melalui metode hidrotermal dan sol-gel, serta aplikasinya sebagai fotokatalis dalam produksi biodiesel dari minyak jelantah. Hasil XRD menunjukkan bahwa SnO2 memiliki struktur kristalin tetragonal fase rutil dengan ukuran kristalit rata-rata 12 ± 3 nm. Analisis hasil FE-SEM menunjukkan perbedaan morfologi partikel antara kedua metode. SnO2 hasil hidrotermal memiliki bentuk kubus seragam menyerupai fase rutil, ukuran partikel yang lebih kecil, dan tersusun rapi. Sebaliknya, SnO2 dari metode sol-gel memiliki ukuran partikel lebih besar, cenderung teraglomerasi, dan distribusinya kurang merata. Hasil DRS UV-Vis menunjukkan bahwa celah pita energi SnO2 hidrotermal adalah 3,66 eV, dan SnO2 sol-gel (3,67 eV), yang mendukung penyerapan sinar UV lebih baik. Analisis GSA menunjukkan luas permukaan spesifik SnO2 hidrotermal sebesar 73,5 m2/g, sementara SnO2 sol-gel luas permukaan yang lebih rendah, yaitu 51,2 m2/g, dengan ukuran pori rata-rata 10,7 nm. Dalam produksi biodiesel, analisis GC-MS menunjukkan bahwa SnO2 hidrotermal dengan penyinaran UV menghasilkan kandungan metil ester tertinggi sebesar 99,38%. Komponen utama yang teridentifikasi meliputi methyl oleate (55,79%), methyl palmitate (20,46%), methyl stearate (14,87%), dan methyl myristate (8,26%). Selain itu, hasil FTIR menunjukkan adanya puncak ester C=O pada bilangan gelombang 1748 cm−1, yang menandakan keberhasilan konversi minyak jelantah menjadi biodiesel.

Description

Citation

Collections

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By