Penerapan Kebijakan Masyarakat Asli di Australia dan Selandia Baru Masa Pemerintahan Scott Morrison & Jacinda Ardern
| dc.Identifier.NIM | 20323320 | |
| dc.contributor.author | Mutmainna, Atifa Zakiah | |
| dc.date.accessioned | 2024-07-08T01:42:04Z | |
| dc.date.available | 2024-07-08T01:42:04Z | |
| dc.date.issued | 2024 | |
| dc.description.abstract | Permasalahan kesenjangan antara masyarakat asli dan non-pribumi masih kerap terjadi di banyak negara, termasuk Australia dan Selandia Baru. Hal ini disebabkan oleh kecenderungan pemerintah yang kurang maksimal dalam penerapan kebijakan masyarakat asli. Pada 2019, Perdana Menteri Scott Morrison mengatakan bahwa Australia telah gagal mensejahterakan penduduk suku Aborigin dan Kepulauan Selat Torres. Di sisi lain, Jacinda Ardern di Selandia Baru juga dikritik oleh suku Maori karena dianggap gagal meningkatkan taraf hidup masyarakat asli. Maka dari itu, teori Welfare Capitalism menjadi acuan penelitian ini untuk melihat seberapa baik penerapan kebijakan masyarakat asli di kedua negara tersebut. Analisis akan ditinjau dari berbagai aspek, mulai dari aspek ekonomi, pendidikan, kesehatan, sosial hingga politik. Lebih lanjut, hasil dari penelitian ini menunjukkan jika tingkat keberhasilan penerapan kebijakan masyarakat asli di Selandia Baru pada masa pemerintahan Jacinda Ardern lebih unggul dibanding penerapan kebijakan serupa di Australia pada masa pemerintahan Scott Morrison. | en_US |
| dc.identifier.uri | repository.uii.ac.id/handle/123456789/50641 | |
| dc.publisher | Universitas Islam Indonesia | en_US |
| dc.subject | Kebijakan Masyarakat Asli | en_US |
| dc.subject | Scott Morrison | en_US |
| dc.subject | Jacinda Ardern | en_US |
| dc.subject | Welfare Capitalism | en_US |
| dc.subject | Australia | en_US |
| dc.subject | Selandia Baru | en_US |
| dc.title | Penerapan Kebijakan Masyarakat Asli di Australia dan Selandia Baru Masa Pemerintahan Scott Morrison & Jacinda Ardern | en_US |
| dc.type | Thesis | en_US |