Analisa Biaya Struktur Bangunan Dengan Metode Delivery Konvensional Dan IPD Studi Kasus: RM Pringsewu Pangandaran, Jawa Barat
Files
Date
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Industri bangunan saat ini belum efisien, dengan hampir sepertiga proyek kehilangan target anggaran atau jadwal. Desainer dan pembangunan oleh delivery struktur dan kontrak tradisional, menciptakan ketidakpercayaan dan mencegah wawasan konstruksi membuat desain menjadi lebih efektif. Menurut penelitian AIA untuk Dewan Eksekutif Komponen Arsitektur (CACE) AIA, hampir 40 persen proyek berakhir terlambat dari jadwal dan lebih dari 60 persen melebihi anggaran menggunakan model delivery tradisional, tetapi presentase itu berkurang setengahnya untuk model collaborative delivery. Kajian ini dilakukan guna menemukan perbedaan-perbedaan mendasar pada dengan mempraktikkan kedua metode delivery pada satu proses pekerjaan arsitektur yang sama. Guna dapat dihimpun dan memperkaya solusi-solusi baru praktik dunia AEC (Architecture, Engineering & Construction) yang lebih efisien.