<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Perbaikan Performansi Sistem Manufaktur dengan Pendekatan Model Simulasi Arena di PT. Kawan Sejati Akurasi

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Simulasi merupakan metodologi untuk melakukan percobaan dengan menggunakan model dari sistem nyata. Sebagai salah satu alat pendukung keputusan, simulasi digunakan untuk mempelajari dan mengevaluasi sistem nyata sehingga dapat diambil tindakan berdasarkan hasil simulasi. Adapun tujuan simulasi pada penelitian ini adalah mengevaluasi beberapa alternatif-alternatif keputusan dan memilih yang terbaik bagi pengambil keputusan dengan menggunakan model simulasi. Penelitian dilakukan di PT. Kawan Sejati Akurasi yang beralamat di Jl. Kaliurang km 19,4 Purwodadi Sleman Yogyakarta. Sistem produksi pada PT. Kawan Sejati Akurasi dimodelkan dengan software Arena 8.0 dan dijalankan sebanyak 20 replikasi, kemudian dianalisa performansinya berdasarkan jumlah output, waktu siklus, jumlah antrian, jalur produksi bottleneck, utilitas sumberdaya, biaya dan rasio manfaat-biaya. Dari analisa performansi model awal kemudian dibuat alternatif-alternatif model pengembangan melalui pengalokasikan sumberdaya mesin dan manusia. Pada Model Pengembangan Satu dilakukan penambahan satu unit mesin Injection Pepsodent dan penambahan satu orang tenaga sortir. Pada model Pengembangan dua dilakukan penambahan satu orang tenaga sortir, Model Pengembangan Tiga dilakukan penambahan satu unit mesin Injection Kelly dan satu orang tenaga sortir, dan pada Model Pengembangan Empat dilakukan penambaahn satu unit mesin Injection Pepsodent. Dari berbagai model tersebut diperoleh skenario terbaik yaitu Model Pengembangan Empat dengan keputusan penambahan satu unit mesin Injection Pepsodent. Penambahan mesin Injection Pepsodent memberikan peningkatan performansi yaitu: output rata-rata meningkat sebesar 0,7%, waktu siklus turun sebesar 8%, waktu tunggu berkurang sebesar 25%, jumlah antrian menurun sebesar 24% dan biaya sistem turun sebesar 7%. Selain itu, dari sisi investasi Model Pengembangan ini layak dilakukan.

Description

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By