Pengaruh Penambahan Limbah Serbuk Kaca Dan Semen Terhadap Daya Dukung Tanah Pada Uji Tekan Bebas Dan Parameter Konsolidasi
Loading...
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Universitas Islam Indonesia
DOI
Abstract
Tanah merupakan salah satu kompenen yang berperan penting pada bidang konstruksi.
Salah satu fungsi tanah yaitu sebagai pendukung beban. Namun kenyataannya di lapangan tidak
semua tanah memenuhi kualitas persyaratan fisik maupun teksnis yang diinginkan. Di Indonesia
sekitar 70% luas daratannya memiliki jenis tanah lempung dari yang keras sampai yang lunak. Jenis
tanah tersebut memiliki daya dukung yang rendah yang mengakibatkan terjadinya pengembangan
volume bila pori terisi air dan akan menyusut bila dalam kondisi kering. Hal ini mengakibatkan
tanah menjadi rusak sehingga tidak memenuhi standar untuk mendukung bangunan konstruksi.
Maka dari itu diperlukan usaha perbaikan tanah agar memenuhi persyaratan, dengan cara
menambahkan bahan aditif serbuk kaca dan semen sehingga tanah menjadi layak.
Tujuan peneilitian ini adalah untuk mengetahui tingkat penurunan dan kuat dukung tanah.
Pengujian yang dilakukan adalah uji Kuat Tekan Bebas (UCS) dan Konsolidasi. Sampel tanah yang
digunakan pada penelitian ini adalah tanah berbutir halus dari daerah Kasongan, Kecamatan
Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini meliputi sifat fisik tanah asli dan sifat
mekanis tanah yang telah distabilisasi dengan aditif serbuk kaca dengan variasi 4%, 7% dan 10%
dan semen dengan variasi 4% terhadap berat isi kering tanah dengan waktu pemeraman 3 hari dan
10 hari.
Hasil Penelitian yang diperoleh berdasarkan sistem klasifikasi Unified termasuk dalam
golongan CH/OH maka tanah tersebut merupakan lempung plastis tinggi. Pada sistem “AASHTO”
termasuk dalam golongan A-7-6 dengan jenis tanah berlempung sedang sampai buruk. Kuat dukung
tanah maksimum pada uji kuat tekan bebas terjadi pada pencampuran 7% serbuk kaca + 4% semen
dengan waktu pemeraman 10 hari sebesar qu = 5,525 kg/cmm2 dari 3,363 kg/cmm2 kuat dukung tanah
asli, dengan sudut 50° serta kohesi (c) sebesar 1,007 kg/cmm2. Dari pengujian konsolidasi pada tanah
asli didapatkan nilai Cc semakin mengecil seiring dengan bertambahnya variasi dan lamanya
pemeraman. Nilai Cc terkecil terjadi pada variasi 10% serbuk kaca + 4% semen dengan waktu
pemeraman 10 hari yaitu sebesar Cc = 0,0490. Nilai Cr semakin mengecil seiring dengan lamanya
pemeraman. Nilai Cr terkecil terjadi pada variasi 0% serbuk kaca + 4% semen dengan waktu
pemeraman 10 hari yaitu sebesar Cr = 0,0305 dan nilai Cr terbesar terdapat pada variasi 0% serbuk
kaca + 0% semen tanpa pemeraman yaitu sebesar Cr = 0,08103. Nilai Cv semakin meningkat seiring
dengan bertambahnya variasi dan lamanya pemeraman. Nilai Cv terkecil terjadi pada variasi 0%
serbuk kaca + 0% semen tanpa waktu pemeraman yaitu sebesar Cv = 0,022758 dan nilai Cv terbesar
terdapat pada penambahan serbuk kaca 10% + semen 4% dengan waktu pemeraman 10 hari sebesar
Cv = 0,0392452.