Hubungan Kesepian dengan Kecanduan Media Sosial pada Pengguna TikTok Usia Dewasa Awal di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta
Loading...
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Universitas Islam Indonesia
DOI
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya penggunaan media sosial,
khususnya TikTok, di kalangan dewasa awal. Pada fase ini, individu rentan mengalami
kesepian akibat berbagai tuntutan kehidupan. Media sosial sering digunakan untuk
mengatasi perasaan tersebut, namun penggunaan berlebihan dapat menimbulkan
kecanduan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kesepian dan
kecanduan media sosial pada pengguna TikTok usia dewasa awal di Provinsi Daerah
Istimewa Yogyakarta. Hipotesis yang diajukan adalah terdapat hubungan positif yang
signifikan antara kedua variabel tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan
kuantitatif korelasional dengan 206 partisipan pengguna TikTok berusia 18-25 tahun di
Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, yang dipilih menggunakan teknik purposive
sampling. Penelitian ini menggunakan skala De Jong-Gierveld Loneliness Scale
(DJGLS) untuk variabel kesepian dan skala Social Media Addiction Scale – Student
Form (SMAS-SF) untuk variabel kecanduan media sosial. Dikarenakan salah satu
variabel tidak berdistribusi normal, pengujian hipotesis dilakukan menggunakan uji
korelasi non-parametrik Spearman’s rho. Hasil penelitian menunjukkan adanya
hubungan positif yang signifikan antara kesepian dan kecanduan media sosial (r =
0,451; p < 0,001). Artinya, semakin tinggi tingkat kesepian, semakin tinggi pula tingkat
kecanduan media sosial pada pengguna TikTok usia dewasa awal di Provinsi Daerah
Istimewa Yogyakarta.