<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Analisis Campuran Superpave Bergradasi Batas Bawah Dan Batas Tengah Dengan Penerapan Berbagai Metode Pencampuran

dc.Identifier.NIM20511129
dc.contributor.authorApriliyanti, Humnah Rizqi
dc.date.accessioned2024-12-02T04:50:07Z
dc.date.available2024-12-02T04:50:07Z
dc.date.issued2024
dc.description.abstractGradasi Superpave telah menjadi standar untuk desain campuran aspal dalam proyek pembangunan jalan raya modern. Gradasi ini dirancang untuk meningkatkan kinerja dan umur panjang perkerasan dengan mempertimbangkan berbagai kondisi lingkungan dan beban lalu lintas. Gradasi agregat merupakan komponen penting dalam proses pencampuran Superpave, karena akan berdampak pada kualitas mekanis campuran aspal seperti stabilitas, ketahanan aus, dan ketahanan retak. Jenis gradasi yang dipilih, serta persentase agregat kasar dan agregat halus dalam berat keseluruhan campuran agregat, dapat berdampak pada kekuatan, stabilitas, dan daya tahan campuran aspal terhadap kerusakan deformasi plastis dan retak lelah. Penelitian ini diawali dengan melakukan pengujian sifat fisik material agregat dan aspal kemudian dilakukan penentuan nilai kadar aspal optimum untuk masing-masing jenis campuran. Tahap selanjutnya dilakukan beberapa pengujian seperti Marshall Standard, ITS, IRS dan CL pada kadar aspal optimum dengan menggunakan mode pencampuran konvensional dan metode pencampuran bertahap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum campuran Superpave gradasi tengah memiliki kinerja yang lebih baik dibandingkan dengan campuran gradasi bawah. Hal ini terbukti dari tingginya nilai stabilitas dan MQ serta lebih rendahnya nilai volumentrik seperti nilai VITM yang didapat sebesar 3,59 pada gradasi tengah dan 4,74 pada gradasi bawah. Campuran Superpave gradasi tengah juga memiliki keunggulan berupa tingginya nilai ITS , IRS dan CL yang menandakan campuran Superpave gradasi tengah memang lebih tahan akan adanya beban lalu lintas berat. Selain itu apabila dilihat dari faktor metode pencampurannya, metode pencampuran bertahap 3 yang paling efisien dan unggul dibandingkan metode lainnya, seperti didapat nilai CL terbaik 21,49 pada gradasi tengah, dan 17,29 pada gradasi bawah.en_US
dc.identifier.urirepository.uii.ac.id/handle/123456789/53852
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectSuperpaveen_US
dc.subjectGradasi Tengahen_US
dc.subjectGradasi Bawahen_US
dc.subjectMarshallen_US
dc.subjectIndex of Retained Strengthen_US
dc.subjectIndirect of Tensile Strengthen_US
dc.subjectCantabro Lossen_US
dc.titleAnalisis Campuran Superpave Bergradasi Batas Bawah Dan Batas Tengah Dengan Penerapan Berbagai Metode Pencampuranen_US
dc.title.alternativeAnalysis Of Graded Superpave Mixtures Of Lower Limit And Middle Limit With The Application Of Various Mixing Methodsen_US
dc.typeThesisen_US

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
20511129.pdf
Size:
12.91 MB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed upon to submission
Description: