Hubungan Antara Psychological Well-being dan Fear of Missing Out pada Mahasiswa Generasi Z
| dc.Identifier.NIM | 17320295 | |
| dc.contributor.author | Fakhrurreza, Irdham | |
| dc.date.accessioned | 2024-07-29T02:48:27Z | |
| dc.date.available | 2024-07-29T02:48:27Z | |
| dc.date.issued | 2024 | |
| dc.description.abstract | Generasi z yang merupakan sebutan untuk generasi yang lahir pada tahun 1997 sampai 2012. Mayoritas generasi Z saat ini merupakan mahasiswa yang dinilai sangat bergantung pada internet, memiliki perasaan cemas, takut akan kehilangan atau ketertinggalan informasi, teknologi digital (Fear of Missing Out atau disebut dengan FoMO). Sehingga diasumsikan mahasiswa yang memiliki Psychological Well-Being dapat terhindar dari rasa takut kehilangan tersebut (FoMO). Partisipan pada penelitian ini berjumlah 124 mahasiswa. Alat ukur Psychological Well-Being yang digunakan dalam penelitian ini merupakan skala yang telah diteliti oleh Fadhil (2021) dengan 28 item sedangkan untuk alat ukur takut akan kehilangan menggunakan FoMO dari Przybylski, Murayama, Dehaan, dan Gladwell (2013) dengan 39 item. Hasil dari studi ini r = 0.444 dan PWB = 0.000 menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif atau korelasi antara kedua variabel. Berdasarkan data tersebut, menunjukkan bahwa semakin tinggi Psychological Well- being maka semakin tinggi juga FoMO mahasiswa, dan sebaliknya. | en_US |
| dc.identifier.uri | repository.uii.ac.id/handle/123456789/50806 | |
| dc.publisher | Universitas Islam Indonesia | en_US |
| dc.subject | Psychological Well-Being | en_US |
| dc.subject | Fear of Missing Out | en_US |
| dc.title | Hubungan Antara Psychological Well-being dan Fear of Missing Out pada Mahasiswa Generasi Z | en_US |
| dc.type | Thesis | en_US |