Isolasi Minyak Kayu Manis (C. Burmannii) dan Sintesis Senyawa Turunan Kalkon sebagai Kemosensor Sulfida dalam Pelarut Etanol
| dc.Identifier.NIM | 19612016 | |
| dc.contributor.author | Fahryan, Alif | |
| dc.date.accessioned | 2025-09-02T07:32:48Z | |
| dc.date.available | 2025-09-02T07:32:48Z | |
| dc.date.issued | 2023 | |
| dc.description.abstract | Sulfida (S2-) merupakan anion yang dapat memberikan dampak negatif dalam pengolahan bahan bakar dengan cara menonaktifkan katalis (catalyst poison), sehingga kadarnya perlu dikontrol sebelum dilakukan pengolahan. Salah satu cara untuk mendeteksi kandungan sulfida yaitu dengan senyawa kalkon secara kemosensorik. Salah satu senyawa yang dapat digunakan sebagai prekursor kalkon yaitu senyawa sinamaldehid yang dapat diisolasi dari kulit kayu manis. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi sinamaldehid dari kulit kayu manis dan menggunakannya sebagai prekursor senyawa turunan kalkon dan mengujinya sebagai kemosensor anion sulfida. Penelitian ini memiliki 3 tahapan yaitu (1) destilasi kulit kayu manis dengan metode destilasi uap air dan karakterisasinya; (2) sintesis kalkon dengan senyawa prekursor sinamaldehid dan 4-hidroksiasetofenon dikatalisis oleh NaOH 40% menggunakan metode Refluks dan Microwave Assisted Organic Synthesis (MAOS) dan elusidasinya menggunakan Fourier Transform-Infrared (FT-IR), Liquid Chromatography-Mass Spectrometry (LC-MS) dan Nuclear Magnetic Resonance (NMR); (3) uji potensi kemosensor senyawa turunan kalkon yang telah disintesis dengan uji solvatokromik dan uji selektivitas anion. Hasil penelitian yang didapat yaitu (1) minyak kayu manis terbanyak didapat pada bentuk serpihan kasar dan memberikan rendemen sebesar 0,22% serta hasil karakterisasi setelah dibandingkan dengan SNI telah memenuhi syarat; (2) didapat serbuk merah dengan rendemen 26,46% dan 70,17% pada metode Refluks dan MAOS. Hasil Karakterisasi FT-IR menunjukkan terdapat ikatan C=O karbonil dan -OH, hasil NMR menunjukkan terdapat 8 sinyal yang terdeteksi dan hasil LCMS menunjukkan adanya sinyal pada 250,3 m/z yang menunjukkan terbentuknya senyawa turunan kalkon yang ditargetkan; (3) Uji solvatokromik menunjukkan pelarut yang memberikan perubahan tajam secara visual dan Spektrofotometer UVVisible (UV-Vis) yaitu pelarut Etanol, Kloroform dan DMSO dan Uji selektivitas menunjukkan anion sulfida (S2) memberikan perubahan yang signifikan secara visual serta pada hasil Spektra UV-Vis dalam panjang gelombang 450-550 nm. | en_US |
| dc.identifier.uri | repository.uii.ac.id/handle/123456789/57627 | |
| dc.publisher | Universitas Islam Indonesia | en_US |
| dc.subject | Kayu Manis | en_US |
| dc.subject | Kalkon | en_US |
| dc.subject | Sulfida | en_US |
| dc.subject | Kemosensor Anion | en_US |
| dc.title | Isolasi Minyak Kayu Manis (C. Burmannii) dan Sintesis Senyawa Turunan Kalkon sebagai Kemosensor Sulfida dalam Pelarut Etanol | en_US |
| dc.type | Thesis | en_US |