<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Analisis Penggunaan Antibiotik Berdasarkan Klasifikasi Aware Pada Kasus Bedah Umum di Rumah Sakit Pku Muhammadiyah Yogyakarta Periode Tahun 2023

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Latar belakang: Pembedahan adalah prosedur pengobatan invasif di mana bagian tubuh yang akan ditangani dibuka melalui sayatan, yang diakhiri dengan penjahitan dan penutupan luka. Antibiotik profilaksis telah digunakan secara luas untuk mencegah dan mengobati infeksi di tempat pembedahan. Tujuan: Penelitian ini dilakukan bertujuan mengetahui profil penggunaan antibiotik untuk pasien bedah umum menurut jenis dan kuantitas menggunakan metode ATC/DDD dan DU 90% serta klasifikasi AWaRe di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta tahun 2023. Metode: Penelitian kuantitatif jenis observasional dengan desain deskriptif cross- sectional dan pengumpulan data secara retrospektif dari Instalasi Rekam Medis. Data diolah dan dianalisis menggunakan Microsoft Excel dengan metode ATC/DDD dan DU 90%. Selanjutnya, data dikelompokkan berdasarkan klasifikasi AWaRe. Hasil: Terdapat 7 jenis antibiotik berdasarkan kode ATC J01 pada tahun 2023 dengan penggunaan 3 jenis antibiotik paling tinggi yaitu dengan rata-rata penggunaan seftriakson sebesar 327,5 DDD, metronidazol sebesar 167,33 DDD, dan sefazolin sebesar 40 DDD. Dan antibiotik yang konsisten masuk ke dalam segmen DU 90% adalah Seftriakson dan Metronidazole. Berdasarkan klasifikasi AWaRe, persentase golongan Watch lebih tinggi sebesar 61,79%, yang diikuti oleh Access 38,21% dan Reserve 0%. Kesimpulan: Antibiotik yang paling banyak diresepkan untuk pasien bedah umum di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta tahun 2023 adalah seftriakson, yang memiliki kategori AWaRe tertinggi pada kelompok Watch.

Description

Citation

Collections

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By