<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Pengaruh Penggunaan Arang Batok Kelapa Sebagai Filler Terhadap Karakteristik Campuran Hot Rolled Sheet-wearing Course (HRS-WC)

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Seiring dengan berkembangnya zaman, inovasi pada bidang infrastruktur khususnya pada bidang transportasi perlu dikembangkan. Pada bidang perkerasan jalan diperlukan kondisi jalan yang berkualitas demi kenyamanan dan keselamatan pengemudi. Sebagian besar infrastruktur di Indonesia menggunakan perkerasan lentur (flexible pavement) yaitu Hot Rolled Sheet – Wearing Course (HRS-WC). Akan tetapi dengan semakin meningkatnya kebutuhan material, diperlukan alternatif lain sebagai pengganti filler. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pemanfaatan Abu Arang Batok Kelapa (AABK), yang terletak di Desa Gandulan, Kecamatan Kaloran, Kabupaten Temanggung, Provinsi Jawa Tengah, sebagai bahan pengganti filler dalam campuran HRS-WC terhadap karakteristik MS, IRS, ITS, TSR, dan CL. Penelitian ini dilakukan dengan menentukan nilai KAO terlebih dahulu menggunakan metode Marshall. Setelah didapatkan nilai KAO kemudian melakukan pengujian dengan menggunakan substitusi filler AABK 0%, 25%, 50%, 75% dan 100% untuk mendapatkan karakteristik mekanik, volumetrik, dan durabilitas yaitu melalui pengujian Marshall, IRS, ITS, TSR dan CL. Hasil dari penelitian ini yaitu didapatkan penurunan pada nilai stabilitas campuran HRS-WC seiring bertambahnya kadar filler pengganti AABK kadar 0% yaitu (1148,85 kg) hingga kadar 100% (611,40 kg) . Peningkatan flow terjadi pada kadar abu arang batok kelapa 0% (2,52 mm) hingga 100% (4,28 mm). Nilai MQ cenderung sama seperti stabilitas. Nilai IRS mengalami penurunan pada kadar filler pengganti 0% (93,70%) hingga 100% (85,35%), Nilai ITS dan TSR mengalami penurunan dari kadar 0% hingga kadar 100%. Nilai CL pada kadar filler pengganti abu arang batok kelapa mengalami kenaikan seiring penambahan kadar filler dari kadar 0% (2,20%) hingga kadar 100% (3,99%). Dalam campuran HRS-WC dengan filler AABK, kadar filler paling baik pada kadar 25% yaitu lebih menjaga stabilitas dan fleksibilitas dari campuran.

Description

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By