Pengaruh Pembiasaan Salat Duha Berjamaah Terhadap Pembentukan Karakter Peserta Didik Kelas VII MTsN 6 Sleman
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Pendidikan karakter merupakan aspek esensial dalam sistem pendidikan nasional untuk membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga berakhlak mulia. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah melalui pembiasaan salat sunnah duha berjamaah sebagai sarana internalisasi nilai-nilai karakter. Namun, hasil observasi awal pada peserta didik kelas VII MTsN 6 Sleman menunjukkan masih adanya perilaku kurang disiplin dan kurang jujur, seperti keterlambatan mengambil air wudhu, bercanda saat persiapan salat, serta kasus ketidakjujuran dalam pelaksanaan ujian. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara empiris pengaruh pembiasaan salat duha berjamaah terhadap pembentukan karakter peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian lapangan (survei). Pengumpulan data dilakukan melalui instrumen kuesioner dan observasi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan analisis regresi linier sederhana untuk menguji hubungan antara variabel pembiasaan salat duha berjamaah (X) dan pembentukan karakter peserta didik (Y). Aspek karakter yang dikaji meliputi religiusitas, kedisiplinan, tanggung jawab, kejujuran, toleransi, dan kemandirian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembiasaan salat duha berjamaah berpengaruh signifikan terhadap pembentukan karakter peserta didik kelas VII MTsN 6 Sleman. Pelaksanaan ibadah sunnah secara rutin dan terstruktur di lingkungan madrasah terbukti mampu meningkatkan nilai-nilai karakter peserta didik. Faktor pendukung keberhasilan pembentukan karakter meliputi peran keluarga, dukungan guru dan tenaga pendidik, lingkungan madrasah yang religius, ketersediaan sarana dan prasarana, serta motivasi intrinsik peserta didik. Adapun faktor penghambat yang ditemukan antara lain kurangnya kesadaran diri peserta didik, pengaruh teman sebaya, rendahnya konsistensi, lingkungan luar sekolah, serta tantangan perkembangan pada fase remaja.