<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Segregasi Pekerjaan Berdasarkan Gender Pasca Berlakunya Undang-undang Nomor 4 Tahun 2024 Tentang Kesejahteraan Ibu dan Anak di Kabupaten Sleman

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Data Badan Pusat Statistik Kabupaten Sleman tahun 2024 menunjukkan adanya ketimpangan partisipasi angkatan kerja antara laki-laki dan perempuan, di mana perempuan masih terkonsentrasi pada sektor tertentu dan tingkat pengangguran lebih tinggi. Kondisi ini mencerminkan adanya segregasi pekerjaan berbasis gender yang dipengaruhi oleh norma patriarkis dan praktik diskriminatif di dunia kerja. Dalam konteks tersebut, Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2024 tentang Kesejahteraan Ibu dan Anak (UU KIA) hadir untuk memperkuat perlindungan hak maternitas, namun penerapannya menimbulkan tantangan tersendiri. Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak UU KIA terhadap segregasi pekerjaan di Kabupaten Sleman serta upaya pemerintah daerah dalam mengatasinya. Metode yang digunakan adalah penelitian hukum empiris dengan pendekatan sosiolegal melalui wawancara, observasi, dan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa segregasi horizontal dan vertikal masih terjadi, sementara implementasi UU KIA belum optimal akibat ketiadaan regulasi turunan, keterbatasan kewenangan daerah, dan minimnya kesiapan perusahaan. Oleh karena itu, diperlukan penguatan regulasi, sosialisasi, dan sinergi lintas sektor guna mewujudkan kesetaraan gender di dunia kerja.

Description

Citation

Collections

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By