Pengaruh Variasi Waktu Fermentasi Dan Berat Ragi Terhadap Kadar Bioetanol Dari Gula Aren Sebagai Bahan Baku Utama Hand Sanitizer Dengan Penambahan Minyak Atsiri Jeruk Nipis Untuk Menghadapi Pandemi Covid-19
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh variasi waktu fermentasi dan berat ragi terhadap kadar bioetanol dari gula aren sebagai bahan baku utama hand sanitizer dengan penambahan minyak atsiri jeruk nipis sebagai aroma untuk menghadapi pandemi Covid-19 di Laboratorium Riset Kimia Universitas Islam Indonesia. Pandemi Covid-19 menyebabkan permintaan etanol meningkat karena kebutuhan hand sanitizer di masyarakat yang semakin bertambah, sehingga dibutuhkan hand sanitizer homemade. Penelitian ini membahas pengaruh variasi waktu fermentasi dan berat ragi terhadap kadar bioetanol dari gula aren sebagai bahan baku utama hand sanitizer dengan penambahan minyak atsiri jeruk nipis untuk menghadapi pandemi Covid-19. Variasi waktu fermentasi dalam penelitian ini yaitu selama 3, 5, 7, dan 9 hari, sedangkan variasi berat ragi yaitu 2,5; 3,75; 5; dan 6,25 gram dengan berat bahan baku gula aren sebanyak 500 gram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu fermentasi terbaik untuk menghasilkan kadar etanol optimal yaitu selama 9 hari dengan berat ragi 5 gram di mana kadar etanolnya sebesar 86,67%. Etanol tersebut kemudian dicampur dengan minyak atsiri jeruk nipis sebanyak 5, 10, 15, 20, dan 25 tetes. Dihasilkan hand sanitizer beraroma khas jeruk nipis dengan aroma yang paling disukai responden sebanyak 20 tetes. Hand sanitizer yang dihasilkan berwujud cair homogen dan tidak lengket terhadap kulit tangan.