Analisis Kinerja Proyek Konstruksi dan Fasum Barak Dalmas menggunakan Metode Earned Value
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Proyek konstruksi merupakan suatu rangkaian aktivitas yang melibatkan berbagai pihak untuk mencapai tujuan tertentu dalam waktu singkat, namun seringkali menghadapi kompleksitas tinggi yang dapat menyebabkan kerugian baik waktu maupun biaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja waktu dan biaya pada Proyek Pembangunan Konstruksi dan Fasilitas Umum Barak Dalmas di Kota Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, menggunakan metode Earned Value (EV). Dengan pendekatan ini, diharapkan dapat diketahui estimasi waktu dan biaya akhir proyek serta faktor-faktor yang mempengaruhi progresnya. Metode EV mengintegrasikan aspek waktu, biaya, dan kinerja teknis untuk memberikan gambaran yang akurat mengenai kemajuan proyek. Hasil analisis diharapkan dapat memberikan rekomendasi untuk pengelolaan proyek yang lebih efektif dan efisien, serta mendukung pelaksanaan proyek sesuai dengan kontrak yang telah ditetapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada minggu ke-18, nilai ACWP tercatat sebesar Rp 6,022,636,524, sedangkan BCWP mencapai Rp 6,091,623,711, BCWS pada periode yang sama adalah Rp 6,653,161,768. Dari perhitungan tersebut, diperoleh Schedule Performance Index (SPI) sebesar 0,94 dan Cost Performance Index (CPI) sebesar 1,010, hal ini menandakan bahwa proyek mengalami keterlambatan dari jadwal yang direncanakan, namun proyek juga mengeluarkan biaya aktual yang lebih kecil dibandingkan dengan biaya yang direncanakan. Berdasarkan analisis lebih lanjut, estimasi biaya total (EAC) untuk proyek ini diperkirakan mencapai Rp 11,218,939,696. dengan sisa anggaran sebesar Rp 111,879,134 atau 0,99% dari anggaran dan estimasi durasi penyelesaian (EAS) sekitar 27 minggu terlambat 1 minggu atau 3.85% dari rencana waktu penyelesaian proyek. Beberapa faktor yang menyebabkan keterlambatan proyek antara lain perencanaan kurang matang, cuaca buruk, keterlambatan material datang, perubahan desain, masalah keuangan, kurangnya komunikasi dan tenaga kerja yang kurang kompeten