<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Problem-Problem Psikologis para Pengusaha Counter Telepon Selular di Yogyakarta

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis Problem Psikologis para pengusaha Telepon Selular Di Yogyakarla. Peneltian yang dilakukan lebih bcrsifat eskploratif untuk mengungkapkan fenomena problem psikologis pengusaha telepon selular di Yogyakarta. Pertanyaan dalam penelitian mi adalah Apakah Problem Psikologis dalam Pengusaha Cannier Telepon Selular di Yogyakarta. Penelitian dilakukan melaltii observasi dan wawancara dengan empat responden penelitian yang merupakan pengusaha telepon selular di Yogyakarta. Responden penelitian diambil dari beberapa wirausaha telepon selular yang berada di beberapa sentra-sentra penjualan telepon selular yang tersebar di Kota Yogyakarta. Responden penelitian berjumlah empat pengusaha di counter-counter penjualan telepon selular baik yang baru memulai dan mengembangkan usaha tersebut. Responden penelitian diambil dan beberapa jems usaha penjualan telepon selular baik penjualan pesawat telepon selular dan aksesons, penjualan pulsa maupun service telepon selular Metode penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Penelitian ini terbatas pada usaha mengungkapkan suatu masalah atau keadaan atau peristiwa sebagaimana adanya sehingga bersifat mengungkapkan fakta. Hasil penelitian ini menunjukkan problem-probem psikologis dalam memulai usaha telepon selular adalah sering bingung dan putus asa jika ada masalah karena melihat permasalahan dalam jangka pendek serta kurang pengalaman dalam berpengusaha problem-probem psikologis dalam mengembangkan usaha telepon Selular adalah kurang cermat dalam memperhitungkan resiko, kurang berhati-hati dalam mengelola keuangan. melihat permasalahan sepotong-sepotong, sering kehilangan semangat kerja keras dan kurang berani berspekulasi dengan kegagalan Problem psikologis tersebut lebih banyak disebabkan oleh tidak adanya mimpi-mimpi usaha, miskinnya pengalaman saat pertama kali membuka usaha dan kurangnya Pola Pikir Multi-tasking, kurang cermat dalam memperhitungkan resiko-resiko yang akan teriadi dan kurang optimal dalam mengelola keuangan.

Description

Citation

Collections

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By