Analisis Kelayakan dan Manajemen Risiko Investasi dalam Pembuatan “Quary Andesit” untuk memenuhi Kebutuhan Proyek Toll Bocimi “Bogor Ciawi Sukabumi”.
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Proyek pambangunan Toll Bocimi di wilayah Bogor - Sukabumi merupakan salah satu proyek strategis nasional yang dicanagkan oleh pemerintah, menurut (Indonesiabaik.id, 2017) proyek ini menelan biaya investasi sebesar Rp. 7,77 Triliun, Dalam setiap tahapan pekerjaan kontruksi jalan pasti akan membutuhkan supply material penyusunya. Dengan kondisi kebutuhan tersebut seharusnya usaha quary ini menarik untuk dijalankan akan tetapi pada prosesnya quary yang dibangun oleh PT. TS mengalami penutupan operasional oleh karena itu penulis ingin melakukan evaluasi dan melakukan analisis terkait dengan investasi yang dilakukan dalam hal ini menganalisa menggunakan rumus NPV (Net Present Value), IRR (Internal Rate Of Return) dan PP (Payyback Periode) serta menentukan atau mengidentifikasi risiko yang akan terjadi dalam sebuah pembangunan quary sehingga dapat menjadi sebuah penentu keputusan bilamana suatu proyek atau seseorang akan membuka sebuah quary. Dalam penelitian yang dilakukan didapat nilai total investasi sebesar Rp.2.300.000.000 dan direncanakan proses bisnis ini berjalan selama 5 tahun, didapatkan nilai NPV dengan nilai disconto 5% positif Rp. 1.386.075.671, nilai IRR sebesar 22 % lebih besar dari nilai MARR yang ditentukan sebesar 15 % dan nilai kembali modal atau Payback Periode selama 2,8 tahun sehingga dari segi finansial usaha ini dianggap layak, selanjutnya dalam analisis risiko didapat 26 variabel, terdapat 9 variabel masuk kedalam medium risk dan 17 variabel high risk artinya risiko tersebut tidak dapat diterima sehingga harus mendapatkan pemantauan serta Respon risiko berdasarkan nilai probabilitas dan dampak terdapat owner memiliki 4 variabel berstatus sebagai risk avoidance, 3 variabel transfer dan 1 variabel risk reduction. Pelaksana memiliki 3 variabel risk avoidance, 6 variabel risk transfer dan 1 variabel risk reduction. Masyarakat memiliki 3 variabel risk avoidance. Konsumen/pemilik proyek memiliki 3 risk avoidance, 1 risk transfer dan 1 risk reduction.