Hubungan Faktor Sosiodemografi dengan Tingkat Pengetahuan dan Sikap Pengendalian Penularan Covid-19 Guru SMA Kecamatan Pontianak Selatan
Loading...
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Universitas Islam Indonesia
DOI
Abstract
Latar belakang: Covid-19 menyebabkan wabah serius penyakit pernafasan.
Penularan virus Covid-19 terjadi dari manusia ke manusia. Salah satu lingkungan
masyarakat yang rawan terpapar coronavirus adalah lingkungan sekolah yaitu guru.
Guru harus memiliki pengetahuan yang baik tentang Covid-19, pengetahuan yang
baik akan mempengaruhi sikap.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan
terhadap pengendalian penularan Covid-19 guru SMA Kecamatan Pontianak
Selatan, mengetahui gambaran sikap terhadap pengendalian penularan Covid-19
guru SMA Kecamatan Pontianak Selatan, dan hubungan faktor sosiodemografi
terhadap tingkat pengetahuan dan sikap terhadap pengendalian penularan Covid-19
guru SMA Kecamatan Pontianak Selatan.
Metode: Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan desain metode
cross-sectional dengan teknik pengambilan sampel yaitu Quota sampling terhadap
135 responden menggunakan kuisioner online melalui google form. Hubungan
faktor sosiodemografi dengan tingkat pengetahuan dan sikap terhadap
pengendalian penularan Covid-19 dilihat menggunakan analisis data chi-squared
test dengan tingkat kesalahan 0,05.
Hasil: Hasil penelitian pada responden menunjukkan sebanyak 88 guru (65,18%)
memiliki pengetahuan baik dan sebanyak 121 responden (89,62%) memiliki sikap
baik. Hasil pada uji chi squared menunjukkan adanya hubungan antara jenis
kelamin (p value 0,045), usia (p value 0,000), dan jenjang pendidikan (p value
0,046). Terdapat hubungan antara jenis kelamin dan sikap (p value 0,047), usia dan
sikap (p value 0,048), dan jenjang pendidikan dan sikap (p value 0,028).
Kesimpulan: Pengetahuan dan sikap dipengaruhi oleh jenis kelamin, usia, dan
jenjang pendidikan. Guru perempuan dengan usia muda, dan memiliki jenjang
pendidikan lebih tinggi cenderung memiliki pengetahuan dan sikap yang lebih baik
terhadap pengendalian penularan Covid-19.