Faktor Risiko Bendungan ASI dan Mastitis Pada Ibu Menyusui di Rumah Sakit Ibu dan Anak di Yogyakarta
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Latar Belakang : Bendungan ASI merupakan masalah laktasi yang sering terjadi pada ibu menyusui pada masa nifas dan dapat menimbulkan nyeri, mengganggu proses menyusui, serta berpotensi berkembang menjadi mastitis. Tingginya kejadian bendungan ASI turut berkontribusi terhadap rendahnya keberhasilan pemberian ASI eksklusif di Indonesia. Berbagai faktor diduga berperan dalam terjadinya bendungan ASI, seperti Inisiasi Menyusu Dini (IMD), paritas, metode persalinan, usia, tingkat pendidikan, dan status pekerjaan ibu. Tujuan Penelitian : Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian bendungan ASI pada ibu menyusui di rumah sakit ibu dan anak di Yogyakarta. Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Data diperoleh dari rekam medis ibu menyusui di rumah sakit ibu dan anak di Yogyakarta. Sampel penelitian berjumlah 86 responden yang dipilih dengan teknik total sampling. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil : Sebanyak 36 responden (41,9%) mengalami bendungan ASI. Mayoritas responden melakukan IMD, berusia 20–35 tahun, berpendidikan menengah hingga tinggi, bekerja, primipara, dan melahirkan secara normal spontan. Analisis bivariat menunjukkan bahwa IMD dan metode persalinan berhubungan secara bermakna dengan kejadian bendungan ASI (p < 0,05), sedangkan paritas, usia, pendidikan, dan pekerjaan tidak menunjukkan hubungan yang bermakna (p > 0,05). Simpulan : Faktor yang berhubungan secara bermakna dengan kejadian bendungan ASI adalah Inisiasi Menyusu Dini dan metode persalinan.