<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Faktor-Faktor Penyebab Perdarahan Postpartum di RSUD Karel Sadsuitubun Tual Maluku Tenggara Periode 2009-2011

dc.contributor.advisordr. Yasmini Fitriyati SpOG,
dc.contributor.authorJussri W.T, M.Arsyad/08711112
dc.date.accessioned2020-10-08T12:33:12Z
dc.date.available2020-10-08T12:33:12Z
dc.date.issued2012-01-11
dc.description.abstractkematian ibu di Indonesia (2002) adalah 650 ibu tiap 100.000 kelahiran hidup dan 43% dari angka tersebut disebabkan oleh perdarahan post partum. Angka kematian ibu di Tual pada tahun 2009 masih sangat tinggi sebesar 343/100.000. Tujuan Penelitian: Tujuan penelitian ini adalah untuk faktor-faktor penyebab perdarahan postpartum di RSUD Karel Sadsuitubun periode 2009-2011 Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan melihat data sekunder yaitu data status pasien melalui catatan rekam medis di RSUD Karel Sadsuitubun. Hasil: Jumlah ibu bersalin di RSUD Karel Sadsuitubun periode 2009-2011 adalah sebanyak 439 kasus, sedangkan yang mengalami perdarahan postpartum sebanyak 55 kasus. Pasien perdarahan postpartum dengan umur <20 tahun sebanyak 4 kasus (7,3%) umur antara 20-35 tahun sebanyak 46 kasus (83,7%) umur >35 tahun sebanyak 5 kasus (9%). Pasien perdarahan postpartum dengan riwayat primipara sebanyak 13 kasus (23,6%) multipara 27 kasus (49,1%) grandemultipara 15 kasus (27,3%). Pasien perdarahan postpartum dengan pendidikan sekolah dasar sebanyak 34 kasus (61,8%) sedangkan dengan sekolah lanjut 21 kasus (38,2%). Pasien perdarahan postpartum yang tidak melakukan ANC selama kehamilan sebanyak 40 kasus (72,7%) melakukan ANC 1-3 kali sebanyak 5 kasus (9%) melakukan ANC lebih dari 4 kali selama persalinan sebanyak 10 kasus (18,3%). Kasus perdarahan postpartum yang ditolong oleh dukun sebanyak 10 kasus dari 35 persalinan (28,57%) ditolong oleh bidan sebanyak 37 kasus dari 170 persalinan (21,76%) ditolong oleh dr.spesialis sebanyak 8 kasus dari 50 persalinan (16%). Pasien perdarahan postpartum yang disebabkan karena atonia uteri sebanyak 5 kasus (9,1%) disebabkan karena tissue sebanyak 26 kasus (47,3%) disebabkan karena trauma sebanyak 24 kasus (43,6%). Pasien perdarahan postpartum dengan kadar Hb >11g/dl sebanyak 10 kasus (18,2%) kadar Hb antara 9-11 g/dl sebanyak 15 kasus (27,2%) kadar Hb <8 sebanyak 30 kasus (54,6%). Kesimpulan: Pasien perdarahan postpartum berdasarkan umur yang paling banyak adalah yang berumur 20-35 tahun, berdasarkan paritas yang paling banyak adalah pasien dengan multiparitas, berdasarkan pendidkan yang paling banyak adalah pasien dengan pendidkan sekolah dasar, kasus perdarahan postpartum juga terbanyak pada pasien yang tidak melakukan ANC pada saat kehamilan, berdasarkan penolong persalinan yang paling banyak adalah, pasien yang persalinannya ditolong oleh dukun, berdasarkan jumlah Hb (anemia) adalah <8, sedangkan berdasarkan penyebabnya yang paling banyak adalah, tissue yaitu sebanyak 26 kasusen_US
dc.identifier.urihttps://repository.uii.ac.id/handle/123456789/24495
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectperdarahan postpartumen_US
dc.subjectfaktor resikoen_US
dc.subjectFaktor penyebaben_US
dc.titleFaktor-Faktor Penyebab Perdarahan Postpartum di RSUD Karel Sadsuitubun Tual Maluku Tenggara Periode 2009-2011en_US
dc.typeThesisen_US

Files

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed upon to submission
Description: