Strategi Komunikasi Pembangunan Wisata Kuliner Akau Potong Lembu Kota Tanjungpinang
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Pada peniltian ini yang menjadi latar belakang yaitu Akau Potong Lembu sebagai salah satu destinasi sejak 1959 yang menggabungkan nilai budaya Melayu - Tionghoa, ekonomi, dan pariwisata. Adapun tujuan penelitian yaitu untuk menganalisis strategi komunikasi pembangunan wisata kuliner Akau Potong Lembu di Kota Tanjungpinang. Pendekatan penelitian menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam yang mewawancarai 15 narasumber yang berasal dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tanjungpinang, PT. Tanjungpinang Makmur Bersama, Kepala Bagian Ekonomi dan Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah Kota Tanjungpinang, Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Tanjungpinang, beberapa pedagang dan pembeli, observasi lapangan di Akau Potong Lembu, serta studi dokumentasi yang berasal dari pemerintah dan stakeholders. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi yang diterapkan oleh pemerintah daerah, pelaku usaha, dan komunitas lokal meliputi komunikasi interpersonal, penyuluhan publik, pemanfaatan media sosial, serta kerja sama lintas instansi. Strategi tersebut berperan dalam membangun citra positif destinasi, meningkatkan partisipasi masyarakat, dan memperluas jangkauan promosi. Namun, ditemukan pula hambatan seperti kurangnya koordinasi antarpihak, keterbatasan fasilitas pendukung, dan belum optimalnya pemanfaatan teknologi informasi. Secara keseluruhan, penelitian ini merujuk pada teori partisipatif oleh Arnstain yang pada tahap pra-revitalisasi terletak pada tahap perencanaan revitalisasi berada dalam tingkat partisipasi masyarakat berada dalam tingkat derajat semu (degree of tokenism) tahap informasi (informing) namun pada tahap pelaksanaan hingga akhir revitalisasi berubah menjadi tingkat partisipasi masyarakat berada dalam tingkat kekuatan masyarakat (degree of citizen control) tahap kerja sama (partnership). Pemerintah mendengarkan aspirasi dan memberikan solusi atas kekahawatiran para pelaku usaha. Sehingga menghasilkan strategi komunikasi yang terencana, partisipatif, dan adaptif menjadi faktor kunci dalam pengembangan wisata kuliner Akau Potong Lembu sebagai ikon wisata Kota Tanjungpinang.