<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Hubungan Antara Impostor Syndrome dengan Harga Diri pada Mahasiswa High Achiever

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana hubungan antara impostor syndrome dengan harga diri (self-esteem) pada mahasiswa high achiever.

Responden dalam penelitian ini merupakan mahasiswa/i aktif berjenis kelamin laki- laki atau perempuan, berusia 19-23 tahun, dan memiliki IPK 3.50 - 4.00. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan meote pengambilan data purposive sampling. Adapun alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini yaitu skala Clance Impostor Phenomenon Scale (CIPS) untuk mengukur impostor syndrome dan skala Coopersmith Self-esteem Inventory (CSEI) untuk mengukur tingkat harga diri (self-esteem). Berdasarkan hasil uji hipotesis yang telah dilakukan menunjukkan adanya korelasi negatif signifikan antara impostor syndrome dan harga diri (self- esteem) dengan r sebesar -0.527 dengan signifikansi 0.000 (p<0.05). Maka semakin tinggi tingkat impostor syndrome maka semakin rendah (self-esteem) yang dimiliki responden. Sebaliknya, semakin tinggi tingkat harga diri (self-esteem) responden, maka semakin rendah impostor syndrome.

Description

Citation

Collections

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By