Analisis Perencanaan dan Pengendalian Waktu dan Biaya pada Proyek Konstruksi Bangunan Gedung Menggunakan PDM
Date
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Metode Bagan Balok ("Bar-chart") lebih umum digunakan karena mudah dibuat dan dipahami sebagai alat komunikasi dan perencanaan dalam penyelenggaraan proyek, tetapi masih mempunyai kelemahan antara lain : tidak menunjukkan secara khusus hubungan ketergantungan antar kegiatan, tidak bisa menunjukkan kegiatan yang bersifat kritis dan pada proyek berskala besar penggunaan Bar chart menghadapi kesulitan penyajian yang sistimatis. Karena kelemahan metode bagan balok, akhirnya pelaku proyek berpaling ke jaringan kerja, dimana dikenal 3 metode analisis jaringan kerja yang luas pemakaiannya yaitu CPM , PERT dan PDM (Metode Preseden Diagram) PDM tidak terbatas pada aturan dasar jaringan kerja CPM (F-S), sehingga hubungan ("konstrain') antar kegiatan berkembang menjadi 4 kemungkinan yaitu awal ke awal (SS), awal ke akhir (SF), akhir ke awal (FS) dan akhir ke akhir (FF) sehingga memungkinkan suatu pekerjaan dimulai sebelum pekerjaan terdahulu selesai 100% tumpang tindih). Untuk menentukan waktu penyelesaian proyek didasarkan padajalur kritis yang dihitung menggunakan hitungan maju ("forward") dan hitungan mundur ("backward") serta dengan metode ini dapat diketahui cadangan waktu proyek. Untuk pengendalian dapat dilihat pada kondisi erosi cadangan waktu pada saat pelaporan.