Perancangan Resort Danau Dengan Pendekatan Arsitektur Tropis Modern Di Danau Kaolin Bangka Tengah
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Perkembangan pariwisata di Bangka Belitung terus meningkat tiap tahunnya, salah satunya Pulau Bangka, sebuah pulau yang memiliki kekayaan alam dan budaya yang berlimpah membuat perkembangan pariwisata di pulau bangka kian meningkat dan selalu menunjukkan hal - hal baru. Salah satu wisata yang terkenal dan mulai . tahun 2015 tercatat ada sekitar
berkembang saat ini adalah wisata bekas tambang 192 galian tambang timah yang ada didaerah Bangka. dari total galian ini sudah ada sekitar
400,51 hektare yang sudah di reklamasi dan beberapa diantaranya
berubah menjadi kawasan wisata baru didaerah Bangka. Daerah bekas tambang sendiri memiliki keunikannya sendiri yang berasal dari efek perubahan alam dari waktu kewaktu yang membuat potensi dari daerah tambang ini menjadi salah satu yang akan ramai untuk dijadikan daerah kawasan wisata. Saat ini wisata Bangka yang terkenal ialah wisata pantainya, padahal Pulau Bangka memiliki potensi objek wisata yang beragam mulai dari wisata sejarah, kuliner, kota, alam dan masih banyak yang lainnya. Salah satu daerah kawasan bekas tambang yang akan direncanakan sebagai daerah kawasan pariwisata baru kali ni adalah Danau Kaolin Bangka Tengah atau yang lebih dikenal sebagai Kulong Aek Biru, danau ini merupakan salah satu objek wisata yang saat ini sedang naik daun. Dan direncanakan sebagai kawasan pariwsata oleh Pemerintah Bangka Tengah karena tingkat pengunjung yang tiap tahunnya kian meningkat. Tercatat hingga tahun 2021 Danau Kaolin berhasil menarik pengunjung sebanyak 62.701 pengunjung salah satu yang terbanyak dibanding wisata lain yang berada dekat dengan wisata ini. fasilitas wisata yang belum memadai dan kondisi kawasan pasca tambang membuat kawasn ini perlu untuk dilakukan perencanaan untuk wisata daerah ini kedepannya. Perencanaan yang akan dilakukan dalam proyek ini merupakan sebuah lake resort yang berada di daerah kawasan tambang dengan menggunakan Pendekatan Arsitektur Modern Tropis yang mana perencanaan difokuskan dengan merespon kondisi daerah bekas tambang dan membuat fasilitas yang sesuai standar dengan memperhatikan pengguna yang ditergetkan kedalam kawasan ini. Hal ini dibuat agar wisatawan mendapatkan pengalaman keindahan danau dan mempelajari hal apa saja yang dapat dilakukan agar dapat mengolah kembali lahan bekas tambang. bagi masyarakat lokal hal ini dapat memberikan pengetahuan tentang lahan bekas tanah tambang agar dapat diolah untuk hal apa saja. dan memberikan kesempatan bagi warga luar daerah yang ingin datang untuk mempelajari hal tersebut dapat datang ke bangunan ini.