Analisis Gen Polimorfisme HTTLPR5 dan MAOA Terhadap Agresivitas Seseorang: A Scoping Review
| dc.Identifier.NIM | 22711211 | |
| dc.contributor.author | Kuswandi, Firman Aulia Putra | |
| dc.date.accessioned | 2026-06-10T03:53:35Z | |
| dc.date.available | 2026-06-10T03:53:35Z | |
| dc.date.issued | 2026 | |
| dc.description.abstract | Latar belakang: Agresivitas merupakan perilaku kompleks yang melibatkan interaksi antara faktor biologis, psikologis, dan lingkungan. Dua gen yang berperan penting dalam regulasi emosi dan impulsivitas adalah SLC6A4 (HTTLPR5) dan MAOA. Keduanya memiliki hubungan dengan sistem neurotransmiter serotonin dan monoamin. Variasi polimorfisme pada gen tersebut diduga memiliki hubungan terhadap agresivitas yang terjadi pada seseorang. Metode: Penelitian ini menggunakan metode scoping review berdasarkan pedoman PRISMA-ScR. Artikel yang diperoleh berasal dari 5 database dengan rentang publikasi 2019–2024. Dengan penggunaan kata kunci “Aggressiveness” OR “Aggression” AND “HTTLPR5” OR “5HTTLPR” OR “5-HTTLPR” OR “5- hydroxytryptamine transporter protein” OR “Serotonin Plasma Membrane Transport Proteins” AND “MAOA” OR “Monoamine oxidase A” AND “Gene Polymorphism” OR “Gene Polymorphisms” OR “Genetic Polymorphisms” OR “Genetic Polymorphism” dalam pencarian artikel. Hasil: Studi menunjukkan bahwa alel pendek (S) dari gen HTTLPR5 dikaitkan dengan peningkatan agresivitas, terutama pada individu yang mengalami stres atau kekerasan masa kecil. Sedangkan pada gen MAOA varian low-activity MAOA-uVNTR berhubungan dengan impulsivitas dan perilaku agresif, khususnya pada laki-laki. Kombinasi antara alel S (HTTLPR5) dan low-activity MAOA meningkatkan kerentanan terhadap perilaku agresif dibandingkan genotipe lain. Faktor lingkungan seperti pelecehan masa kecil, penyalahgunaan zat, dan perbedaan jenis kelamin juga berperan sebagai moderator ekspresi genetik. Kesimpulan: Hubungan signifikan antara polimorfisme genetik HTTLPR5 dan MAOA dengan tingkat agresivitas seseorang ditemukan pada studi ini, terutama pada individu yang memiliki faktor lingkungan tertentu. Pemahaman mengenai interaksi genetik ini daiharapkan dapat berkontribusi pada pengembangan strategi pencegahan dan intervensi dalam bidang psikiatri, neuropsikologi, serta kedokteran forensik. | en_US |
| dc.identifier.uri | repository.uii.ac.id/handle/123456789/63347 | |
| dc.publisher | Universitas Islam Indonesia | en_US |
| dc.title | Analisis Gen Polimorfisme HTTLPR5 dan MAOA Terhadap Agresivitas Seseorang: A Scoping Review | en_US |
| dc.type | Thesis | en_US |