<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Wonosobo Rengginang Hub: Perancangan Sentra Rengginang dengan Konsep Open Factory di Krakal Santren

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) memegang peran penting dalam menggerakkan perekonomian lokal khususnya sektor pangan tradisional seperti rengginang. Di Dusun Krakal Santren, produk rengginang telah menjadi aktivitas ekonomi masyarakat yang berlangsung secara turun-menurun. Namun, proses produksi yang masih berskala rumahan, keterbatasan fasilitas, serta kurangnya inovasi dalam penyajian dan pemasaran, menyebabkan produk rengginang belum memiliki daya saing yang optimal. Permasalahan lain yang muncul adalah ketidakseimbangan antara kapasitas produksi dengan permintaan pasar yang terus meningkat, serta minimnya dukungan infrastruktur produksi yang higienis dan representatif. Perancangan Wonosobo Rengginang HUB bertujuan untuk merancang sentra produksi rengginang yang mampu meningkatkan kapasitas dan kualitas produksi UMKM melalui pendekatan arsitektur. Fokus perancangan diarahkan pada penerapan konsep open factory yang mengintegrasikan fungsi produksi dengan elemen transparansi dan edukasi, tanpa mengganggu alur kerja utama. Pendekatan ini diharapkan mampu menjawab permasalahan higienitas, efisiensi ruang, serta membangun citra produk yang jujur, terbuka, dan terpercaya, sekaligus mendukung identitas lokal sebagai sentra rengginang. Metode perancangan dilakukan melalui observasi langsung pada industri rengginang eksisting, wawancara dengan pelaku UMKM, studi literatur dan standar teknis terkait industri pangan, serta analisis konteks tapak meliputi iklim, aksesibilitas, dan regulasi setempat. Data tersebut dianalisis untuk merumuskan kebutuhan ruang, alur produksi, zonasi, dan strategi desain, kemudian dikembangkan hingga tahap design development. Pendekatan open factory dipadukan dengan konsep edutourism berbasis hands-on experience, penerapan pemisahan zona produksi dan edukasi, pengaturan sirkulasi yang tidak saling bersinggungan, serta strategi desain pasif melalui optimalisasi ventilasi silang dan pencahayaan alami. Hasil perancangan berupa sentra produksi rengginang yang terorganisir, higienis, dan representatif, dengan tata ruang yang mendukung efisiensi kerja, kenyamanan termal, serta keamanan bagi pekerja dan pengunjung. Desain ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas UMKM, memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap produk rengginang lokal, serta menjadikan proses produksi sebagai nilai tambah edukatif dan ekonomi bagi kawasan Krakal Santren.

Description

Citation

Collections

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By