Analisis Perbedaan Biaya Perawatan dan Tarif INA-CBG’s Penyakit Gagal Jantung Kongestif Rawat Inap di RS PKU Muhammadiyah Gamping
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Latar belakang: Salah satu penyakit jantung yang banyak terjadi di RS PKU Muhammadiyah Gamping adalah gagal jantung. Gagal jantung kongestif adalah penyakit kronis yang menyebabkan abnormalitas fungsi jantung dalam memompa darah secara efektif. Kegagalan jantung kongestif merupakan salah satu penyakit yang memerlukan biaya pengobatan tinggi yang dicakup oleh Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan termasuk dalam klaim INA-CBG’s (Indonesia Case Based Groups). Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan biaya perawatan dan tarif INA-CBG’s (Indonesia Case Based Groups) pada pasien gagal jantung kongestif rawat inap di RS PKU Muhammadiyah Gamping Yogyakarta tahun 2022. Metode: Jenis penelitian observasional dengan rancangan cross sectional dan menggunakan metode retrospektif berdasarkan catatan rekam medik, farmasi, dan biaya pengobatan rawat inap di RS PKU Muhammadiyah Gamping Yogyakarta tahun 2022. Analisis data menggunakan one sample t-test untuk mengetahui perbedaan antara biaya perawatan dengan tarif INA-CBG’s. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa obat kardiovaskular paling banyak digunakan pasien gagal jantung kongestif adalah furosemide (8,94%). Di RS PKU Muhammadiyah Gamping, rata-rata biaya perawatan pasien gagal jantung kongestif rawat inap adalah Rp. 4.968.657,76. Komponen biaya terbesar selama perawatan gagal jantung kongestif adalah kamar akomodasi. Kesimpulan: Dapat disimpulkan bahwa terdapat selisih negatif dengan total selisih sebesar minus (-) 29.838.639 antara biaya perawatan dan tarif INA-CBG’s. Uji one sample t-test menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan antara biaya perawatan dan tarif INA-CBG’s pada gagal jantung kongestif.